Siap Tampung Gagal SNMPTN - PTS Umbar Kualitas

Pasca pelaksanaan dan pengumuman SNMPTN jadi momentum bagi PTS untuk mengumbar kualitas untuk menggaet calon mahasiswa sebanyak-banyaknya

NERACA

Penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia akan segera digelar secara serempak salah satunya melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang proses pendaftaran sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu.

Tidak bisa dipungkiri, hampir semua calon mahasiswa ingin masuk di kampus negeri favorit dengan jurusan yang favorit pula. Pasalnya, bisa masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) merupakan kebangaan tersendiri oleh calon mahasiswa baru (maba), apalagi bisa lolos dijurusan yang memang menjadi impian.

Ketika PTN sudah mendapat jaminan mendapatkan mahasiswa baru, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) harus “banting tulang” menggaet maba. Mengapa? Karena upaya mendapatkan mahasiswa baru bukanlah hal yang mudah. Sejumlah PTS yang masuk kategori high class saja tak cukup hanya menunggu calon mahasiswa datang mendaftar. Perlu inovasi dan promosi.

Bagi PTS, penerimaan mahasiswa baru bisa dikatakan sebagai ujian kemapanan, kredibilitas dan nama baik. Karena seperti diketahui, akhir-akhir ini beberapa universitas swasta terkenal mengalami penurunan jumlah mahasiswa baru dalam jumlah yang cukup signifikan. Walaupun tidak terlalu kentara, namun penurunan itu cukup membuat petinggi-petinggi di universitas bersangkutan kalang kabut.

Oleh karena itu, pasca pelaksanaan dan pengumuman SNMPTN dimanfaatkan oleh PTS sebagai momentum untuk bersaing dalam menjaring maba sebanyak-banyaknya. Ya, Era globalisasi ini memang era persaingan mutu atau kualitas. Perguruan tinggi saat ini mau tidak mau harus berbasis pada mutu, sehingga bisa menghasilkan lulusan yang bermutu pula.

Tak pelak, PTS-PTS yang mengklaim diri sebagai yang terbaik dan paling bermutu pun mendengung-dengunkan keunggulan yang dimiliki guna menggaet sebanyak mungkin calon maba yang gagal masuk PTN, seperti menyodorkan jaminan lulusan mendapatkan pekerjaan, bertaraf internasional hingga berbasis entrepreneur

Jamin Lulusan Dapatkan Kerja.

Seperti aksi jemput bola yang dilakukan oleh Universitas Multimedia Nusantara (UMN) misalnya. Perguruan tinggi yang berlokasi di Scientia Garden, Jalan Boulevard Gading Serpong, Tangerang-Banten ini menjamin kepada para lulusannya untuk segera mendapatkan pekerjaan.

Marketing Comunication Staf David Calvin memaparkan, Universitas Multimedia Nusantara memiliki total empat fakultas, terdiri dari Fakultas ICT, Fakultas Seni dan Desain, Fakultas Komunkasi dan Fakultas Ekonomi. UMN sendiri menggunakan kurikulum berbasis Information, Computer, and Technology (ICT).

"Semuanya untuk jenjang S-1 (strata 1)," ujar David.

Lebih lanjut David mengatakan, lulusan UMN juga tidak perlu khawatir karena kampus tersebut sudah bekerja sama dengan banyak perusahaan untuk dapat lebih mudah diterima bekerja. Perusahaan-perusahaan itu misalnya yang bergerak di bidang media, perusahaan audit, perbankan, developer (pengembang properti), dan lainnya.

"Jadi, ketika masuk UMN dan sudah lulus, tidak susah cari kerja. Kami sudah kerja sama dengan beberapa perusahaan, termasuk Kompas Gramedia," ujar dia

Saat ini Kampus UMN dilengkapi berbagai fasilitas laboratorium lengkap, mulai lab untukbroadcasting,lab komputer, studio TV, dan lainnya. UMN juga menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitasnya di bidang seni, olah raga, sains, dan sosial melalui berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM). Kampus yang berdiri pada 2006 itu kini sudah memiliki 7.000 lebih mahasiswa aktif.

Murah dan Bertaraf Internasional

Untuk saat ini tidaklah selalu benar jika PTN lebih murah dari PTS, bahkan di beberapa kasus PTN jauh lebih mahal dari PTS. Tak hanya itu, PTS, sebagai lembaga pendidikan berkualitas pun berusaha menghadirkan program pendidikan bertaraf internasional guna menghasilkan lulusan berwawasan global dengan biaya terjangkau tentunya. Universitas Budi Luhur (UBL) yang menghadirkan program International Business Management School (IBMS) misalnya.

Melalui program internasional UBL ini, mahasiswa akan mendapatkan banyak keuntungan. Selain bisa kuliah paroh waktu dua tahun di Indonesia, dan dua tahun orientasi kampus di lingkungan Belanda, juga bagi yang berhasil menyelesaikan study akan mendapatkan dua gelar sekaligus, dari UBL dan HZ University.

Dalam suatu kesempatan, Deputi Rektor Bidang Akademik UBL, Wendi Usino menuturkan, IBMS memiliki fokus pada kemampuan untuk membangun dan memelihara jaringan internasional yang luas, penerapan pengetahuan dan keterampilan di bidang pemasaran, manajemen dan keuangan. Serta penerapan pribadi dalam skema hubungan antar budaya dan perdagangan internasional

Melalui program internasional unggulan UBL ini, sambung dia, mahasiswa bisa merasakan matakuliah berbeda dan tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lain di luar negeri. Seperti mata kuliah creativepreneur guna menjawab tingginya peluang bisnis serta tingkat orientasi ekspor antar negara.

“Sebaliknya, yang dilakukan HZ University setelah menjalin kerjasama dengan UBL, memberikan mata kuliah tentang digitalpreneur dan tips menembus pergulatan bisnis di kancah internasional,” kata Wendi

Related posts