2018, SMI Genjot Pertumbuhan Hingga Rp20 Triliun

Selasa, 18/03/2014

NERACA

Bandung - PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menargetkan pertumbuhan aset hingga Rp20 triliun pada 2018 mendatang melalui pengembangan bisnis dan penambahan modal. "Sampai Februari 2014, komitmen pembiayaan PT SMI mencapai Rp4,611 triliun untuk proyek-proyek bernilai total Rp39 triliun," kata Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini di Bandung, Jawa Barat, Minggu (16/3).

Total aset SMI pada tahun 2013 mencapai Rp7,089 triliun dengan laba bersih Rp207 miliar. Emma mengatakan bahwa total pembiayaan perusahaan BUMN itu mencakup sekitar 51 proyek bidang kelistrikan, telekomunikasi, transportasi, minyak, dan gas, serta air minum dan irigasi di seluruh Indonesia.

Pengembangan bisnis SMI, lanjut Emma, yaitu berupa penyediaan jasa konsultasi dan penyiapan proyek untuk proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. "Pada tahun ini kami tengah membantu fasilitasi penyiapan tiga proyek kerja sama antara Pemerintah dan swasta, yaitu sarana dan prasarana air minum Umbulang di Jawa Timur, proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta, dan proyek pengelolaan sampah di Kota Batam," katanya.

Di samping pengembangan bisnis, SMI juga menargetkan penambahan modal melalui penanaman modal negara dan penerbitan surat utang (obligasi) dalam mata uang rupiah. "Kami mengharapkan ada dua kali lagi penambahan modal negara sebesar Rp2 triliun pada tahun 2015 dan Rp2 triliun pada tahun 2017," kata Emma.

Namun, dirinya mengatakan bahwa penambahan modal negara itu harus mendapat persetujuan pemegang saham yaitu Kementerian Keuangan (Kemenkeu), selain Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Tak hanya itu, Emma mengatakan bahwa perseroan akan menerbitkan surat utang (obligasi) senilai satu triliun rupiah pada semester I 2014 mendatang.

"Tenornya belum diputuskan, kemungkinan tiga hingga lima tahun. Kami saat ini sedang memproses perizinannya di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI)," kata Emma. [ahmad]