Apindo: Pasokan dan Harga Pangan Aman - Jelang Pesta Demokrasi

NERACA

Jakarta - Pengusaha memprediksi selama pesta demokrasi pemilihan umum tidak akan terjadi kenaikan harga komoditas pangan yang bisa mengkhawatirkan masyarakat. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani mengatakan, harga komoditas pangan sangat berpengaruh pada pasokan dan permintaan. Meski saat masa pemilu nanti, permintaan pangan akan mengalami sedikit kenaikan karena pola konsumsi.

"Sebetulnya tergantung supply demand, kalau April demand tidak tinggi,artinya kalau ada kenaikan tetapi tidak melonjak drastis karena memang April itu di era dua minggu pasti akan banyak pertemuan yang butuh konsumsi makan," kata Franky di Jakarta, kemarin.

Menurut Frangky meski ada peningkatan konsumsi, hal tersebut tidak akan mempengaruhi perubahan harga. Pasalnya, saat ini stok kebutuhan masih cukup. "Kalau pun terjadi peningkatan konsumsi, suplai stok yang cukup tidak banyak mempengaruhi harga," tuturnya.

Dia mengaku tercukupi stok saat pemilu lantaran bulan April masih dalam masa panen. Kalau gula masuk musim giling suplai terpenuhi. "Beras masih masih aman menjelang pemilu," ungkapnya. Selain karena pemilu, peningkatan konsumsi terjadi karena berkurangnya intensitas hujan sehingga jalan-jalan yang banjir bisa dilalui kendaraan mengakibatkan permintaan meningkat. "Permintaan akan mengalami kenaikan, April akan ada kenaikan, selain ada pemilu banjir surut, sehingga pasokan lancar," tukasnya.

Sementara anggota Dewan Hortikultura Nasional, Benny A Kusbini, menjelaskan alasannya suasana politik saat itu yang menyebabkan lonjakan harga. "2014 tahun politik akan ada perluasan impor sebab harga akan naik pada saat tersebut," ujar Benny.

Menurut dia, lonjakan harga pangan akan sangat berbahaya. Sebab itu akan menimbulkan inflasi tinggi yang menyebabkan menurunnya daya beli, imbasnya pada meningkatnya kemiskinan baru. "Berbahaya bagi masa depan, beras, jagung, kedelai dan cabai semuanya bakalan naik harganya," ucapnya.

Sementara itu perluasan impor tersebut, tambah Benny sangat memukul petani lokal. Serbuan impor pangan akan mematikan sektor pertanian nasional. "Semkin bebasnya importir melakukan lonjakan volume makanan akan membuat petani tidak semangat," tandas dia. [agus]

BERITA TERKAIT

Apindo, Kadin, dan YLKI Sepakat Perkuat Fungsi dan Kewenangan KPPU

      NERACA   Jakarta - DPP Pemuda Tani Indonesia mengadakan Seminar Nasional dengan Tema “Revisi UU Anti Monopoli:…

38 Titik Telah Terapkan BBM Satu Harga

  NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) telah mencapai titik ke 38 dari program bahan bakar minyak (BBM) satu…

NH Korindo Rekomendasi Beli Saham PPRO - Harga Wajar Rp 260 Persaham

NERACA Jakarta - Nilai wajar harga saham PT PP Properti Tbk (PPRO) mencapai Rp260 per unit, lebih tinggi sekitar 32%…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII Dorong Pemda Manfaatkan Skema KPBU

  NERACA   Jakarta - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) mendorong agar Pemerintah Daerah (Pemda) memanfaatkan skema Kerjasama Pemerintah dan…

IIF Dapat Kucuran Rp1 triliun dari JICA - Untuk Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar ¥ 8.000.000.000 atau sekitar Rp…

Pasar Tekstil Tanah Abang Melesu

  NERACA   Jakarta - Penjualan tekstil di Pasar Tanah Abang masih lesu, sehingga beberapa pedagang pakaian jadi pun terpaksa…