Pemilu Momentum Tepat BUMN Go Public - Memetik Euforia Politik

NERACA

Jakarta –Jika tahun politik menjadi tahun yang mengkhawatirkan bagi pelaku pasar, rupanya mulai terkikis khawatiran tersebut. Pasalnya, pasca pencalonan Joko Widodo menjadi calon presiden dari PDI-P, pelaku pasar merespon positif dengan melesatnya pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) akhir pekan kemarin ke level 4.878.

Menurut analis Capital Market dan GCG Specialist, Hendy Fakhrudin, pelaku pasar menilai pencalonan Joko Widodo memberikan harapan dan optimisme bagi Indonesia kedepan. Kendatipun, penguatan indeks BEI hanya euforia semata.

Namun dirinya menegaskan, tahun pemilu dapat menjadi momentum bagi BUMN untuk memetik euforia politik masuk ke pasar modal,”Bentar lagi pemilu nih, timingnya mencari pemimpin yang baru apreasi pasar akan naik positif, euforia harus naik, di 2014 timmingnya lebih baik untuk BUMN yang propestik masuk ke pasar,”katanya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, ada beberapa BUMN yang memiliki potensi untuk masuk ke pasar modal seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan idealnya ada dua perusahaan BUMN yang masuk meramaikan pasar modal. Dirinya juga menjelaskan, untuk melangkah masuk ke pasar modal, perusahaan BUMN harus menerbitkan obligasi dan IPO (Initial Public Offering).

Apalagi bila dengan banyaknya rencana BUMN yang masuk ke pasar modal memudahkan pengontrolan semua kinerjanya. "Untuk go public asumsinya dia terbuka untuk publik, keuangan aspek manajemen, dan itu mendorong profesionalisme jadi esensinya masuk ke pasar modal sangat bagus sekali," jelasnya.

Sementara ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa mengakui, kenaikan IHSG itu dipengaruhi penetapan Jokowi sebagai calon presiden oleh PDI Perjuangan,”Pasar melihat Jokowi mungkin akan memberikan angin segar bagi ekonomi kita sehingga mereka pikir pasti tidak lama lagi ada euforia di pasar kita jika Jokowi betul terpilih," kata Purbaya.

Purbaya mengatakan, indeks di pasar saham dan pasar uang akan bergerak naik jika ada harapan atau ada hal yang mengejutkan dalam politik. Setelah pergerakan itu, pasar akan kembali menilai program-program atau kebijakan yang akan disampaikan kandidat pemimpin terkait dengan ekonomi Indonesia dan global,”Jika kebijakan ekonomi yang disampaikan Jokowi dinilai cukup memuaskan pasar, indeks mungkin akan naik lagi. Apabila Jokowi menang, indeks juga mungkin naik lagi. Dan, pada akhirnya pasar akan menilai ulang kebijakan fundamental yang sempat membawa euforia positif di pasar,”tandasnya.

Sementara keputusan Bank Indonesia (BI) untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan, menurut Purbaya, justru menjadi fondasi kenaikan IHSG dan rupiah,”Karena jika suku bunga acuan BI tidak naik, ruang bagi perekonomian nasional untuk lebih baik semakin terbuka lebar," kata Purbaya.

Hal senada juga disampaikan ekonom, Lana Soelistianingsih, pasar saham dan pasar uang telah menunggu keputusan politik PDI Perjuangan terkait dengan kandidat presidennya pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI 2014. Menurutnya, latarbelakang investor saham dan pasar uang menunggu keputusan calon presiden dari PDI Perjuangan, yaitu karena Jokowi menjadi kandidat yang menonjol di sejumlah survei politik. (bani)

BERITA TERKAIT

Sudah Waktunya BUMN Direstrukturisasi

  NERACA Jakarta - Mantan Menko Maritim Rizal Ramli menilai sudah waktunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilakukan restrukturisasi menjaga…

Bank Syariah Mandiri Siapkan IPO di 2019 - Dinilai Momentum Tepat

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa bank syariah yang sudah go public atau mencatatkan sahamnya di pasar modal lewat penawaran umum…

Kinerja untuk Atasi Depresiasi Rupiah Dinilai Tepat

    NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan kinerja yang dilakukan sejumlah lembaga dan kementerian…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…