Arwana Citramulia Bagikan Dividen Rp 118 Miliar

Senin, 17/03/2014

NERACA

Serang – Produsen keramik, PT Arwana Citramulia Tbk berencana membagikan dividen kepada pemegang sebesar Rp 118 miliar atau sekitar Rp 16 per lembar saham. Disebutkan, pembagian dividen setara dengan 50% dari laba bersih perseroan tahun 2013 sebesar Rp 235,1 miliar.

Direktur Keuangan PT Arwana Citramulia Tbk, Rudy Sujanto mengatakan, pembagian dividen merupakan hasil keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang menyetujui 50% dari laba bersih untuk dividen,”Total dividen yang dibayarkan sekitar Rp 118 miliar,”ujarnya di Serang, kemarin.

Dia juga menuturkanm tahun ini perseroan mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp 316 miliar dengan sumber pendanaan dari kas internal. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik Plant V di Mojosari Jawa Timur dan upgrade teknologi mesin sebesar Rp 16,65 miliar.

Kata Rudy, pembangunan pabrik Plant V ditargetkan rampung pada semester kedua tahun 2015,”Pembangunan pabrik sendiri untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penjualan di kawasan Indonesia Timur,”ujarnya.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan kapasitas produksi keramik sebesar 49 juta meter persegi pertahun atau tumbuh dibandingkan realisasi penjualan tahun lalu 44,3 juta meter persegi pertahun. Sementara untuk tahun 2015 ditargetkan kapasitas produksi 57,8 juta meter persegi pertahun dengan tambahan 8 juta kapasitas produksi berasal dari pabrik plant V dan tahun 2016 ditargetkan kapasitas produksi sebesar 63,87 juta meter persegi pertahun dengan penambahan kapasitas produksi dari pabrik Plant IV di Palembang.

Lanjutnya, untuk target penjualan tahun ini sebesar Rp 1,7 triliun atau tumbuh 22% dari pencapaian penjualan tahun 2013 sebesar Rp 1,4 trilun dan laba bersih ditargetkan tumbuh 26% dari Rp235 miliar tahun 2013 menjadi Rp 296 miliar tahun ini.

Direktur Utama PT Arwana Citramulia Tbk, Tandean Rustandy menambahkan, pembangunan pabrik Plant IV di Palembang dan Plant V di Jawa Timur merupakan strategi perseroan untuk menekan biaya tinggi transportasi, “Kita tahu biaya besar produksi keramik saat ini ada di transfortasi akibat infrastruktur jalan yang rusak dan biaya gas industri,”ujarnya.

Menurutnya, kenaikan upah minimum regional dan inflasi tidak dirasakan signifikan terhadap kenaikan biaya produksi keramik. Namun sebaliknya, kenaikan gas menjadi komponen utama biaya produksi keramik dan disusul biaya transfortasi. Alhasil, dampak kenaikan gas kemarin, harga penjualan keramik Arwana, kata Tandean, rata-rata naik 14,5%.

Kendatipun demikian, dirinya tahun ini tetap berusaha untuk tidak menaikan harga jual keramik mengingat pasar penjualan keramik Arwana adalah segmen kelas menengah ke bawah. Meskipun tahun ini, perseroan merilis produk keramik baru Uno untuk pasar kelas menengah atas.

Sementara Direktur Operasional PT Arwana Citramulia Tbk, Edy Suyanto menegaskan, saat ini market share Arwana di industri keramik sebesar 15% dengan kapasitas terpasang keramik 49 juta meter persegi pertahun dari total kapasitas terpasang keramik secara nasional sebesar 410 juta meter persegi pertahun. (bani)

Topik Terkait

Pabrik arwana mojosari