Tanpa Air, Ginjal Tidak Akan Berfungsi

Seruan Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2014

Sabtu, 22/03/2014

Usia merupakan indikator penting dalam pendeteksian awal Penyakit Ginjal Kronik (PGK). Orang yang berusia 50 tahun ke atas dikategorikan sebagai orang yang harus diwaspadai mengalami PGK, di samping adanya diabetes, tekanan darah tinggi, merokok, obesitas serta adanya riwayat PGK di keluarga.

NERACA

Mereka yang terdapat dalam kelompok ini dianjurkan untuk secara teratur paling tidak setahun sekali memeriksa tekanan darah, melakukan tes carik celup (microalbuminuria jika diabetes).

Hal ini sejalan dengan kampanye Hari Ginjal Sedunia World Kidney Day (WKD) tahun ini yang mengambil tema: “Start the day with a glass of water” mengajak masyarakat seluruh dunia agar selalu memperhatikan kesehatan ginjalnya. Tanpa air ginjal tidak akan berfungsi. Mengonsumsi segelas air merupakan langkah awal untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal dan menjaga ginjal tetap sehat.

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) D harmeizar mengatakan, minum air dalam jumlah yang dibutuhkan dapat membantu berlangsungnya proses pembuangan sampah urin dengan aman, dan air yang memiliki dampak metabolisme yang paling rendah adalah air putih.

“Frekuensi PGK cenderung terus meningkat setiap tahun di seluruh dunia. Studi populasi yang dilakukan PERNEFRI di empat kota yakni Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Bali (2005) yang melibatkan sekitar 12.000 pasien menunjukkan bahwa prevalensi PGK secara keseluruhan (stage I-V) sebesar 12,5% dari total penduduk Indonesia,” tutur Harmeizar.

Di lain pihak, prevalensi PGK stage V (gagal ginjal terminal) ialah sebesar 400 per juta penduduk. Artinya bila jumlah penduduk Indonesia sebanyak 240 juta penduduk, maka jumlah pasien gagal ginjal terminal sebesar 96.000 pasien.

Adapun data yang didapatkan dari Registrasi Ginjal Indonesia mengenai jumlah pasien hemodialisis (cuci darah) tahun 2012, sebagai berikut, usia 1-14 tahun sebesar 0.19%, usia 15-24 tahun 2.87%, usia 25-34 tahun sebesar 8.70%, usia 35-44 tahun 18.85%, usia 45-54 tahun 29.21%, usia 55-64 tahun 26.06% serta usia di atas 65 tahun sebesar 14.11%.

Menurutnya dengan bertambahnya usia, fungsi ginjal mulai menurun. Penurunan fungsi ginjal ini terjadi secara perlahan-lahan yang mulai terjadi setelah usia 30-40 tahun. Penurunan fungsi ginjal semakin cepat bila terdapat penyakit-penyakit yang mempengaruhi fungsi ginjal seperti Diabetes Melitus (DM) dan hipertensi, terutama bila penyakit tersebut tak dikontrol dengan baik.

Dr.D harmeizar mengatakan, mengingat beberapa penyakit yang merupakan faktor risiko untuk terjadinya PGK seperti, hipertensi dan DM kebanyakan muncul diatas usia 40-50 tahun, maka pada usia tersebut perlu kontrol teratur. Terutama pada orang-orang yang sebelumnya sudah diketahui menderita hipertensi dan DM.

“Oleh karena hipertensi dan DM memerlukan pengobatan seumur hidup maka harus disadari bahwa penting sekali untuk selalu mengontrol hipertensi dan DM. Usaha lainnya adalah makan makanan yang mengandung banyak serat (sayur-sayuran) dan buah, mengurangi asupan lemak, mengurangi asupan garam, minum cukup air putih (kira-kira 2 liter sehari) kecuali untuk usia diatas 65 tahun (maks. 1.5 liter per hari), olah raga teratur, berhenti merokok dan mencegah kegemukan,” tuturnya.

Sementara itu, Parlindungan Siregar SpPD-KGH pada kesempatan yang sama mengatakan, masyarakat dihimbau untuk mempraktekkan pola hidup sehat untuk mencegah PGK. Bila dalam garis keturunan ada bakat timbul batu saluran kemih sebaiknya minum yang cukup ± 2 liter per 24 jam.

“Bila ada bakat hipertensi, hindarkan asupan garam yang tinggi. Secara praktis, tidak mengonsumsi makanan yang asinnya sama dengan telur asin atau ikan asin,” tutur Dr.dr. Parlindungan Siregar.

Bukan berarti tidak boleh mengonsumsi garam. Bila ada Diabetes Melitus, taati diet yang dianjurkan. Penting untuk diingat, air berperan dalam mencegah penyakit ginjal dalam hal mengurangi kemungkinan timbulnya batu saluran kemih bagi mereka yang berbakat batu saluran kemih dalam keluarga. Air juga berperan mencegah infeksi saluran kemih.

“Minum air putih yang cukup telah terbukti mampu mencegah penyakit lain seperti batu ginjal dan infeksi saluran kemih. Dengan minum setidaknya 2 liter sehari maka jumlah urin yang dikeluarkan akan bertambah sehingga mengurangi konsentrasi garam dan mineral dalam tubuh. Selain itu jumlah air yang dikonsumsi harus lebih banyak saat cuaca panas atau banyak melakukan aktivitas fisik yang mengeluarkan banyak keringat,” tuturnya.