Bangun Stone Ubud Hotel, RSO Rogoh Rp 300 Miliar - Bisnis Perhotelan di Bali Makin Cerah

NERACA

Denpasar- Pertumbuhan industri properti di Pulau Dewata terus naik dengan signifikan. Menurut data, 2014 -2016 Bali bakal “diserbu” 13.683 kamar hotel anyar. Mayoritas hotel baru tersebut dibangun di Kuta, Nusa Dua, Seminyak, Sanur dan Ubud. Hotel bintang empat mendominasi Bali, yakni sebanyak 44%. Lokasi hotel masih didominasi daerah Kuta, Nusa Dua, Seminyak, Sanur dan Ubud. Memang, pengembang masih berfokus ke lokasi tersebut karena tempat itu masih menjadi tujuan wisatawan.

Bisnis penginapan di Bali masih cukup menggiurkan bagi para pengembang. Total pasokan empat tahun ke depan, setara dengan 62% dari pasokan kamar hotel yang ada saat ini. Hingga akhir 2013, total kamar yang tersedia di Bali sebanyak 21.903 unit.

Bali masih menjadi tujuan investasi properti yang menarik di Indonesia. Hal tersebut disebabkan pertumbuhan harga properti di Bali masih tinggi. Hasil riset Knight Frank Indonesia menunjukkan, pertumbuhan harga tersebut merupakan yang kedua tertinggi di Indonesia setelah Jakarta. Kenaikan harga properti di Bali mencapai 20% hingga akhir 2013. Bisnis properti di Bali masih di dominasi hotel atau kondominium hotel (kondotel), hal tersebut disebabkan karena Bali menjadi tempat tujuan wisata.

Meski pertumbuhan pasokan hotel di Bali menunjukkan peningkatan, persaingan antar hotel belum ketat. Jika kita melihat jumlah, angkanya pasti besar. Tapi tiap hotel memiliki segmen masing – masing. Apalagi, hingga kini pembangunan hotel oleh para pengembang masih bertujuan untuk memenuhi kebutuhan atas hotel di Bali.

Kota lain yang dikabarkan akan menjadi tempat tujuan pengganti Bali seperti Lombok dan Makassar, dinilai belum cukup kuat dalam infrastruktur. Infrastruktur di sana belum mendukung seperti di Bali. Sehingga potensi peningkatan bisnis properti di Bali masih akan terus bertumbuh.

Tak pelak, PT Realindo Sapta Optima (PT RSO) menyiapkan anggaran Rp 300 miliar untuk mengembangkan bisnis hotelnya di pulau Bali. "Kami siapkan anggaran Rp 300 miliar - Rp 400 miliar untuk pembangunan Stone Ubud Hotel," ujar CEO PT RSO Raja Sapta Oktohari saat acara ground breaking pembangunan The Stone Hotel And Villa di kawasan Ubud, Bali, Sabtu (15/3).

Hotel tersebut dibangun di atas tanah 7,2 hektare. Targetnya sendiri hotel tersebut akan selesai dalam dua tahun. Hotel terdiri dari 40 vila dan 60 kamar. Pangsa pasarnya sendiri, diutamakan untuk dalam negeri.

Okto mengatakan, pembangunan hotel di Ubud menjalin kerja sama dengan Marriott International. Menurut dia, Marriott International merupakan partner sesuai dalam pengelolaan dan pengoperasian hotel dan villa yang mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan eksklusif. "Kerja sama ini melanjutkan kesuksesan kerja sama terdahulu, The Stones Hotel Legian - Bali, Autograph Collection," tuturnya.

Pembangunan hotel ini, kata dia, juga untuk menyambut ASEAN Economic Comunity pada 2014. Menurutnya, pembangunan hotel di Ubud ini merupakan sarana untuk mengembangkan industri di Bali.

Okto menambahkan, tahun ini PT RSO berencana membangun 4 properti dengan nilai investasi Rp 4 triliun. Proyek properti yang akan dibangun adalah pembangunan The Stones Hotel & Villa-Ubud di Bali. Kedua, La Foret Vivante yang merupakan Apartemen exclusive yang berlokasi di daerah Permata Hijau Jakarta Selatan.

Kemudian ada juga membangun Gedung Perkantoran Premium yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto-Jakarta. Dan Premium Apartemen dengan Luxurious-International Brand yang berlokasi di Senayan-Jakarta Selatan. "Kami tidak ragu-ragu melakukan ekspansi ke berbagai wilayah dalam negeri maupun luar negeri," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Menteri LHK: Saham Freeport Dikuasai Indonesia, Lingkungan Makin Terjaga

Menteri LHK: Saham Freeport Dikuasai Indonesia, Lingkungan Makin Terjaga NERACA Jakarta - Pemerintah melalui PT Inalum (Persero) resmi memiliki 51…

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih - Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket NERACA Sukabumi -…

Samsung Bantu Kembangkan Pengrajin Anyaman Lontar - Bangun Kemandirian Para Mama di Pulau Solor

Menjaga kearifal lokal dalam pengembangan wirausaha kerajinan pohon lontar bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong PT Samsung Electronics Indonesia…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Strategi Niaga - Pemerintah Perlu Lobi Amerika Terkait Ancaman Pencabutan GSP

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, pemerintah perlu melobi pemerintah Amerika Serikat terkait potensi pencabutan fasilitas…

BPPSDMP Kementan Terus Ikhtiar Cetak Wirausaha Pertanian

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengambil langkah strategis dengan penyediaan sumber daya…

Terkait Industri Otomotif - Presiden Perlu Pimpin Langsung Peralihan ke Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pengamat ekonomi Faisal Basri berpendapat, Presiden Joko Widodo perlu memimpin langsung program peralihan kendaraan konvensional berbahan bakar…