BEI Sulut Optimis Emiten Baru Sesuai Target

Senin, 17/03/2014

Tahun ini, kantor perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara (Sulut) optimis target 30 perusahaan baru untuk listing di Bursa Efek Indonesia dapat terealisasi, “Kami optimis target emiten ini bisa tercapai karena tahun lalu malahan melampaui target," kata Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara Fonny The di Manado akhir pekan kemarin.

Menurutnya,target emiten baru tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Namun dirinya, berharap target tahun ini bisa tercapai dan bahkan melampaui target. Maka untuk memenuhi target emiten baru tersebut, pihaknya tengah menjajaki anggota Kamar dagang industri (Kadin) Sulut agar bisa masuk ke pasar modal,”Jika ada pengurus Kadin yang memiliki perusahaan bisa masuk pasar bursa akan ditindaklanjuti, dan mudah-mudahan akan diikuti semua anggota Kadin," jelasnya.

Bahkan untuk meningkatkan investor domestik di tanah air, khususnya di Sulut, BEI akan berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal, baik di saham, reksa dana maupun instrumen investasi lainnya.

Kata Fonny, adanya lembaga penjaminan diharapkan dapat mendorong meningkatnya jumlah investor di pasar modal Indonesia. Saat ini jumlah investor domestik masih sangat minim atau hanya 0,2% dari jumlah penduduk Indonesia.

Selain itu, dirinya menegaskan, kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu) diperkirakan tidak akan mempengaruhi investasi di pasar modal,”Pengalaman setiap kali tahun politik, geliat investasi justru tumbuh cukup tajam seusai pemilu, ini juga diperkirakan terjadi tahun ini," kata Fonny The.

Kecenderungan kestabilan pasar modal tahun ini, kata Fonny, sudah terlihat dari sekarang, kendati sudah hampir memasuki masa kampanye tetapi transaksi pasar modal relatif stabil. Bahkan sesudah pemilihan malahan terus meningkat investasi, karena itu menghimbau agar masyarakat dan pengusaha jangan takut. Kesempatan beli sekarang biasanya akan naik setelah Pemilu.

Jika kondisi ekonomi global sesuai espektasi, katanya, maka pasar obligasi di dalam negeri tetap akan bergairah. Dari sisi emiten memang tidak masalah. Namun, dari sisi investor menjadi salah satu yang sulit diprediksi. (ant/bani)