BEI Sulut Optimis Emiten Baru Sesuai Target

Tahun ini, kantor perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara (Sulut) optimis target 30 perusahaan baru untuk listing di Bursa Efek Indonesia dapat terealisasi, “Kami optimis target emiten ini bisa tercapai karena tahun lalu malahan melampaui target," kata Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara Fonny The di Manado akhir pekan kemarin.

Menurutnya,target emiten baru tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Namun dirinya, berharap target tahun ini bisa tercapai dan bahkan melampaui target. Maka untuk memenuhi target emiten baru tersebut, pihaknya tengah menjajaki anggota Kamar dagang industri (Kadin) Sulut agar bisa masuk ke pasar modal,”Jika ada pengurus Kadin yang memiliki perusahaan bisa masuk pasar bursa akan ditindaklanjuti, dan mudah-mudahan akan diikuti semua anggota Kadin," jelasnya.

Bahkan untuk meningkatkan investor domestik di tanah air, khususnya di Sulut, BEI akan berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal, baik di saham, reksa dana maupun instrumen investasi lainnya.

Kata Fonny, adanya lembaga penjaminan diharapkan dapat mendorong meningkatnya jumlah investor di pasar modal Indonesia. Saat ini jumlah investor domestik masih sangat minim atau hanya 0,2% dari jumlah penduduk Indonesia.

Selain itu, dirinya menegaskan, kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu) diperkirakan tidak akan mempengaruhi investasi di pasar modal,”Pengalaman setiap kali tahun politik, geliat investasi justru tumbuh cukup tajam seusai pemilu, ini juga diperkirakan terjadi tahun ini," kata Fonny The.

Kecenderungan kestabilan pasar modal tahun ini, kata Fonny, sudah terlihat dari sekarang, kendati sudah hampir memasuki masa kampanye tetapi transaksi pasar modal relatif stabil. Bahkan sesudah pemilihan malahan terus meningkat investasi, karena itu menghimbau agar masyarakat dan pengusaha jangan takut. Kesempatan beli sekarang biasanya akan naik setelah Pemilu.

Jika kondisi ekonomi global sesuai espektasi, katanya, maka pasar obligasi di dalam negeri tetap akan bergairah. Dari sisi emiten memang tidak masalah. Namun, dari sisi investor menjadi salah satu yang sulit diprediksi. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Target Kemkominfo Genjot Infrastruktur Telekomunikasi - Memasuki Tahun Keempat

Memasuki tahun keempat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), di bawah komando, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo),Rudiantara, akan terus menggenjot pembangunan…

Kepercayaan Investor Bawa Rekor Baru IHSG - Ditopang Positif Kinerja Emiten 2017

NERACA Jakarta – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kembali mencetak rekor baru di pasar modal, membuat optimisme pelaku…

BEI Bakal Luncurkan Indeks Baru di Pasar - Gandeng Perusahaan Indeks Global

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir, mendorong PT Bursa Efek Indonesia (BEI)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dongkrak Kapitalisasi Pasar - BEI Kejar 22 Perusahaan Kakap Untuk IPO

NERACA Bandung – Masih kecilnya nilai kapitalisasi pasar IPO di tahun 2017 kemarin, memacu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk…

Gandeng Perusahaan Cina - ELTY Garap Proyek di Jakarta dan Surabaya

NERACA Jakarta - Memanfaatkan geliat pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan pemerintah, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga ikut ambil bagian…

Ramaikan Pasar Reksadana di 2018 - Minna Padi AM Rilis Pringgondani Saham

NERACA Jakarta -  Selain ramai soal aksi korporasi berupa penerbitan saham baru atau rights issue yang bakal dilakukan PT Minna…