Peringkat Tiga Obligasi Dipertahankan

NERACA

Jakarta – Lantaran dinilai memiliki likuiditas yang kuat dan mampu melunasi kewajibannya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat obligasi dari tiga perusahaan, BCA Finance, Indomobil Finance dan Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Pefindo menetapkan kembali peringkat idAAA untuk Obligasi IV/2011 seri BCA Finance (BCAF) senilai Rp200 miliar, yang akan jatuh tempo pada 22 Juni 2014 dan Obligasi Berkelanjutan I tahap II/2013 sebesar Rp750 miliar, yang akan jatuh tempo pada 24 Juni 2014.

Kata analis Pefindo Hendro Utomo, peringkat tersebut dipertahankan lantaran perusahaan dinilai memiliki kemampuan untuk melunasi kewajibannya dengan menggunakna arus kas masuk dari cicilan piutang pembiayaan,”BCAF juga masih memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan dari sejumlah bank sebesar Rp2,1 triliun per 28 Februari 2014," kata dia.

Pada saat yang sama, Pefindo juga mempertahankan peringkat idA untuk Obligasi IV/2011 seri B PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI) senilai Rp400 miliar, yang akan jatuh tempo pada 9 Juni 2014. Perusahaan juga dinilai mampu melunasi kewajibannya menggunakan arus kas masuk dari cicilan piutang pembiayaan. IMFI per akhir Januari tercatat memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan dari beberapa bank mencapai Rp1 triliun.

Sementara Pefindo juga mempertahankan peringkat obligasi XII-XV yang diterbitkan BBTN dan Obligasi Berkelanjutan I/2012 di level idAA. Selain obligasi, peringkat perusahaan juga tetap di idAA, dengan prospek stabil.

Hendro menuturkan, peringkat itu mencerminkan dukungan yang kuat dari pemerintah sebagai pemegang saham pengendali, posisi usaha yang sangat kuat di segmen kredit pemilikan rumah (KPR) dan profil permodalan yang kuat BBTN,”Namun, peringkat itu dibatasi oleh profitabilitas yang moderat dan rasio kredit bermasalah yang tinggi," ujar dia.

Sebagai informasi, sejak Januari 2014, Pefindo telah menurunkan peringkat empat perusahaan untuk sektor korporasi, dan satu perusahaan dari sektor keuangan. Hal ini sebagai dampak kondisi perekonomian yang belum membaik yang berimbas pada turunnya kinerja beberapa perusahaan.

Analis Pefindo Niken Indriarsih pernah mengatakan, keempat perusahaan di sektor korporasi yang diturunkan peringkatnya, yaitu PT Indofarma Tbk menjadi BBB+, PT Perkebunan Nusantara III menjadi A+, PT Indomobil Wahan Trada BBB+, dan PT Trikomsel Oke Tbk menjadi A-. “Indofarma peringkatnya diturunkan karena faktor pelemahan rupiah dan mengalami penurunan produksi,” katanya.

Hal itulah yang menjadi salah satu alasan yang menyebabkan turunnya prospek Indofarma dari stabil menjadi negatif. Renovasi yang dilakukan perseroan selama Februari sampai Juli 2013 telah membuat produksi menurun. Kinerja perseroan pun diperkirakan akan semakin melemah jika tidak dapat menyesuaikan harga jual. Sementara marjin keuntungan menjadi lebih rendah sehingga berdampak pada arus kas.

Adapun Indomobil Wahana Trada, diturunkan peringkatnya lantaran utang perseroan yang disebabkan tidak tercapainya target penjualan perseroan. Sementara itu, penurunan rating Trikomsel terjadi karena struktur permodalan yang lemah akibat agresifnya dalam aktivitas pembiayaan. Struktur permodalan yang lemah ini membuat peringkat Trikomsel turun dari A dengan outlook stabil.(bani)

Related posts