FSI Peka Fund Donasikan 1,2M

Sabtu, 22/03/2014

NERACA

Tahun ini Reksa Dana First State IndoEquity Peka Fund (FSI Peka Fund) menyalurkan dana sejumlah Rp1,2 milyar kepada Yayasan Kelola, The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dan yang terkini adalah Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap masyarakat, budaya dan lingkungan. Donasi yang diberikan merupakan 0,5% dari nilai investasi yang dikelola di dalam FSI Peka Fund.

Presiden Direktur FSI Indonesia, Hario Soeprobo menuturkan, First State IndoEquity Peka Fund yang dikelola oleh First State Investments Indonesia bersama dengan Citibank Indonesia sebagai distributor eksklusif dan bank kustodian merupakan pionir di industri reksa dana saham yang selain mengoptimalkan imbal hasil pada portofolio investor sekaligus mengusung konsep tanggung jawab sosial dengan memberikan kontribusi kepada komunitas lokal.

“FSI Peka Fund memiliki fitur filantropi dengan menetapkan biaya pengelolaan reksa dana 25% lebih rendah dari biaya pengelolaan reksa dana saham pada umumnya. Hal ini dimaksudkan agar para investor dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan program pengembangan masyarakat, budaya dan lingkungan di Indonesia, tanpa mempengaruhi kinerja reksa dana yang bersangkutan,” ujar dia

Sejak tahun 2010, FSI Peka Fund telah mendonasikan dana sebesar Rp1,575 milyar ke Yayasan Kelola dan The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Selain meningkatkan jumlah donasi dari Rp900 juta yang disalurkan tahun lalu menjadi Rp1,2 milyar, FSI Peka Fund juga menambahkan Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) sebagai salah satu organisasi penerima donasi di tahun 2014.

Sejak didirikan pada tahun 1986, PPSW berfokus untuk memberikan pendidikan keuangan kepada perempuan berusia matang atau di atas 40 tahun. Tidak kurang dari 22.474 perempuan yang tergabung dalam 631 Kelompok Wanita Pengembang Sumberdaya (KPSW) di enam Provinsi—DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Riau dan Nanggroe Aceh Darussalam telah dikembangkan oleh PPSW.

“Dukungan dana FSI Peka Fund akan sangat membantu kami tidak hanya dalam melaksanakan dan mengembangkan, namun juga dalam memperluas jangkauan program pendidikan keuangan yang telah kami jalankan di enam provinsi di Indonesia,” tuturTri Endang Sulistyowati, pengurus Asosiasi PPSW.

Donasi yang diberikan FSI Peka Fund kepada Yayasan Kelola dan Yayasan BOS tahun lalu juga telah memberikan sumbangsih positif terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Bantuan dana seperti yang disalurkan oleh FSI dan Citibank sangat bermanfaat guna menciptakan, berinovasi dan melanjutkan berbagai program yang mendukung para seniman untuk terus meningkatkan kualitas karya hingga ke taraf internasional,” tutur Ketua Pengurus Yayasan Kelola Linda Hoemar Abidin.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina BOSF Bungaran Saragih mengatakan, tanpa tindakan dan perubahan nyata melindungi keseimbangan lingkungan hidup seperti layaknya orangutan dan hutan yang menjadi habitatnya, dalam satu atau dua dekade ke depan, orangutan diperkirakan akan punah.

"Dukungan pendanaan yang diberikan oleh FSI dan Citibanktelah membantu kami dalam mengoperasikan dua pusat rehabilitasi orangutan di Kalimantan yang saat ini merawat lebih dari 750 orangutan yang terusir dari habitatnya dan/atau yatim piatu serta membantu kegiatan reintroduksi (pelepasliaran) orangutan kembali ke habitatnya,” kata dia