Enam Finalis Indonesia Tim Pemenang Wakilkan Indonesia di Final Zona East Asia

Go Green in the City

Sabtu, 22/03/2014

NERACA

Saat ini perkotaan mendominasi 75% dari total konsumsi energi dan memproduksi 80% dari total emisi karbon di dunia. Apalagi di masa depan urbanisasi terus meningkat, perkotaan akan dihuni oleh 75% populasi dunia tahun 2050 nanti. Terlihat jelas bahwa efisiensi energi menjadi vital untuk segera diterapkan di perkotaan.

Guna mendorong kepedulian generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk melahirkan solusi cerdas dan ramah lingkungan guna memaksimalkan efisiensi energi di perkotaan, Schneider Electric mengadakan kompetisi global tahunan bertajuk “Go Green in the City” (GGITC)

Beberapa pekan lalu, perusahaan spesialis global di bidang manajemen energi ini mengumumkan pemenang dari kompetisi GGITC tahap nasional. Enam tim telah terpilih menjadi finalis dari total 93 proposal yang berasal dari puluhan universitas terkemuka di seluruh penjuru Indonesia.

“Kami melihat bahwa minat mahasiswa dan universitas di Indonesia terhadap kompetisi ini semakin meningkat. Semoga pengalaman ini dapat menjadi batu pijakan bagi calon pemimpin Indonesia untuk memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai semakin meningkatnya permintaan dan konsumsi energi sehingga mereka akan tergerak untuk mulai mengelola energi secara lebih efisien guna menekan konsumsi energi,” kata Country President Schneider Electric Indonesia, Riyanto Mashan

Sebanyak enam finalis telah melalui proses pendaftaran, penyaringan dan mentoring oleh tim Schneider Electric. Mereka adalah (judul program dan asal universitas): Trafficon dari Insitut Teknologi Bandung, Lungguh dari Universitas Kristen Satya Wacana, Roof Energy Harvesting dari Institut Teknologi Sepuluh November, Thermoenergy Bank dari Universitas Surabaya, SPIRIT (Smart Product in Reducing Inefficient Thrown-away) dari Universitas Indonesia, dan SUNplus Lighting hasil kolaborasi mahasiswa Universitas Gajah Mada dan Universitas Kristen Petra.

Setelah melalui proses penjurian yang ketat, akhirnya tim dariUniversitas Kristen Satya Wacanakeluar sebaga ipemenang pertamadengan proposal yang diberi judul:Lungguh; berasal dari bahasa Jawa yang berartiduduk. Inovasi ini berupa sebuahbantalan kursi yang mampu menyerap energi panas tubuh manusia dan kemudian mengonversikannya menjadi energi listrik, sehingga dapat digunakan untuk men-chargeponsel.

Tim iniyang diwakili olehFA Brian Ganda PratamadanChintya Amandatelah berhasil menyisihkan 99 proposal yang masuk ke panitia. Selain berhak menerima uang tunai sebesar Rp30 juta, trophy, Tim ini akan mewakilkan Indonesia untuk bertanding dengan tim dari Kamboja, Malaysia, Korea, Laos, Myanmar, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand and Vietnam di pelaksanaan ‘Go Green in the City' East Asia 2014, bertempat di Ho Chi Minh City tanggal 4 April mendatang.

Nantinya, pemenang di tingkat final zona East Asia akan lanjut ke tahap berikutnya untuk berkompetisi dengan finalis-finalis lain dari seluruh dunia di Go Green in the City global finals yang akan dilaksanakan di Paris tanggal 17 hingga 21 Juni 2014.