Februari, Nilai Tukar Rupiah Menguat 2,02%

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia mencatat rata-rata nilai tukar Rupiah pada Februari 2014 Rp 11.919 per US$ atau menguat 2,02% dibandingkan Januari 2014 sebesar Rp 12.160 per US$. Pada Februari 2014, Rupiah ditutup di level Rp 11.609 per US$, menguat 5,18 % dibandingkan dengan level akhir Januari 2014.

"Fundamental ekonomi yang semakin sehat mendorong perbaikan kinerja sektor eksternal tersebut berdampak pada menguatnya nilai tukar Rupiah," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/3).

Oleh karennya kedepan, BI berusaha keras agar terus konsisten untu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya. Disamping itu BI juga bakal mendukung berbagai upaya untuk meningkatkan pendalaman pasar valas.

Selain rupiah yang kiat menguat, inflasi bulan Februari 2014 tercatat cukup rendah, yakni 0,26%secara bulanan atau 7,75% secara tahunan. Dengan kata lain, inflasi Februari cenderung menurun dibandingkan bulan sebelumnya. "Inflasi Februari menurun tajam dibandingkan inflasi Januari 2014 dan juga lebih rendah dari ratarata inflasi dalam 5 tahun terakhir dan inflasi Februari 2014 berada dalam tren menurun sehingga semakin mendukung prospek pencapaian sasaran inflasi 2014 yakni 4,5 plus minus 1%," jelasnya

Menurutnya, perkembangan positif tersebut tidak terlepas dari pengaruh berbagai kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam meminimalkan dampak lanjutan bencana alam sehingga inflasi volatile food Februari 2014 tercatat cukup rendah. "Inflasi yang menurun juga dipengaruhi oleh terkendalinya nilai tukar Rupiah, sehingga dapat meminimalkan dampak kenaikan harga komoditas global," pungkas Tirta. [agus]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Wajibkan Kartu SIM Divalidasi Pakai NIK dan KK - Batas Akhir 28 Februari 2018

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan melakukan validasi nomor SIM pelanggan menggunakan Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga. Registrasi ini dilakukan…

Nilai Tambah dalam Ekonomi dan Industri

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Lama sudah kita menenggelamkan diri dalam persoalan ekonomi. Kegiatan dan proses…

Nilai Emisi Obligasi Capai Rp 115,03 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi surat utang atau obligasi sejak awal tahun hingga Oktober 2017 ini mencapai…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

10 LKM Syariah Kantongi Izin dari OJK

  NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin operasi sepuluh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM Syariah) yang diharapkan…

BTN Ajak Mahasiswa jadi Entrepreneur Properti

  NERACA Yogyakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. siap mengawal para mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda handal di bidang properti…

Bank Muamalat Resmikan Unit Program Social Trust Fund Di Bali

  NERACA Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) secara resmi memperkenalkan Unit Program Social Trust Fund (STF)…