Proses Perizinan di Indonesia Paling Rumit

NERACA

Jakarta - Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Cita Wignyo Septina mengatakan, Indonesia masih kalah dibandingkan negara-negara lain, termasuk negara ASEAN, dalam hal kemudahan berusaha. "Proses perizinan usaha di Jakarta dikelompokkan dalam tiga tahap, yaitu terkait pendirian usaha, terkait pembangunan tempat usaha dan terkait operasional usaha," kata Cita di Jakarta, Kamis (13/3).

Menurut dia, tahapan yang dinilai paling rumit oleh pelaku usaha adalah perizinan terkait pembangunan tempat usaha karena harus mengurus analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), izin mendirikan bangunan (IMB) dan lain-lain.

Cita mengatakan dalam tahapan pendirian usaha di Indonesia, proses perizinan maupun nonperizinan, yaitu surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan tanda daftar perusahaan (TDP) masih relatif lama. "Misalnya saja, prosedur untuk mendapatkan SIUP dan TDP masih sangat lama yaitu 15 hari. Itu sekitar sepertiga waktu yang diperlukan untuk mengurus seluruh prosedur," tuturnya.

Dalam hal pengurusan izin untuk pembangunan tempat usaha pun masih jauh harapan. Sebagai perbandingan, jumlah prosedur di Indonesia dua kali lebih banyak dari Hongkong, sementara waktunya enam kali lebih lambat dibandingkan di Singapura.

"Padahal, biayanya lebih mahal 25 kali lipat dibandingkan Brunei Darussalam. Itu apabila dibandingkan dengan negara-negara terbaik pada 2013," ujarnya. Jakarta merupakan barometer perkembangan dunia usaha di Indonesia. Sebagai ibu kota negara, Jakarta, selalu dipilih World Bank sebagai target survei "Doing Business" sejak 2004.

Karena itu, perkembangan dunia usaha di Jakarta, termasuk permasalahan perizinan usaha, menjadi sangat penting, terutama bagi investor asing dalam melihat peluang usaha di Indonesia. Namun, berdasarkan survei dari World Bank tersebut, posisi Indonesia yang diwakili Jakarta ternyata tidak menunjukkan tingkat kemudahan investasi bagi dunia usaha. Pada 2013, Indonesia berada di peringkat 120 dari 189 negara dan selama lima tahun terakhir tidak beranjak dari kisaran peringkat 120. [agus]

BERITA TERKAIT

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Chevrolet Colorado Centennial Ludes Terjual di Indonesia

Chevrolet Indonesia mengumumkan bahwa Colorado Centennial Edition yang tersedia sebanyak 25 unit telah habis terjual, setelah kendaraan pickup khas Amerika…

Honor 7A Resmi Masuk di Pasar Indonesia

Honor secara resmi memperkenalkan smartphone terbarunya untuk pasar Indonesia. Kali ini, perusahaan asal Tiongkok itu memboyong Honor 7A yang ditujukan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Urbanisasi Bikin Produktivitas Pertanian Menurun

  NERACA   Jakarta - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan fenomena laju urbanisasi di Tanah Air mengakibatkan penurunan…

Bandara Soetta akan Bangun Terminal IV

    NERACA   Tangerang - Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, akan membangun terminal IV untuk menambah kapasitas penumpang. “Saya…

Masih Ada Perusahaan Yang Belum Bayar THR

      NERACA   Jakarta – Meski hari raya lebaran idul fitri telah usai, namun masih ada perusahaan yang…