Industri Asuransi Jiwa Diklaim Tetap Tumbuh

Tahun Politik

Jumat, 14/03/2014

NERACA

Jakarta - Meskipun kondisi perekonomian global dan Indonesia masih belum sepenuhnya membaik, dan menapaki tahun polik yang mana industri lain pesimis bisa tumbuh. Akan tetapi, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengklaim bahwa pertumbuhan industri asuransi jiwa tahun ini tetap tumbuh positif.

Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim menyakini meski tahun ini merupakan tahun politik, industri asuransi tidak akan terkena dampak negatif. Menurutnya, justru di tahun pemilu ada ruang gerak tersendiri bagi industri asuransi.

"Tetap optimis meski tahun politik, tidak berdampak justru sebenarnya include kondisi pemilu pasar yang baru untuk asuransi jiwa, untuk para kontestan pemilu, anggota para pemilih, ini pasar yang baru," kata Hendrisman di Jakarta, Kamis (13/3).

Dari pengalaman beberapa tahun terakhir, industri asuransi tetap tumbuh positif. Kondisi ini diyakini bakal terus berlanjut lima empat tahun ke depan. "Kami yakin industri asuransi jiwa akan tetap tumbuh dengan kisaran 20 hingga 30% antara tahun 2014 hingga 2018 mendatang. Itu pun berdasarkan pengalaman 5 tahun belakangan, terlihat pertumbuhan sekitar 25 hingga 30%," tandasnya.

Keyakinan tersebut didasarkan atas kegiatan industri asuransi jiwa yang tahun ini mulai menggarap pasar mikro. "Ini menyebabkan jumlah tertanggung premi terus meningkat,” tukas dia.

Berdasarkan data yang sudah dihimpun oleh AAJI sepanjang tahun 2013 AAJI melaporkan total pendapatan premi sebesar Rp 113,93 triliun. Total premi bisnis baru sebesar Rp 71,73 triliun dan total premi lanjutan sebesar Rp 42,2 triliun.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kornelius Simanjuntak Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memprediksikan tahun 2014 industri asuransi nasional akan tumbuh dikisaran 15 hingga 20%. Prediksi tersebut akan terjadi mengingat membaiknya ekonomi Indonesia tahun depan.

Memang, 2014 mendatang merupakan tahun politik, menurut Kornelius Indonesia akan menghadapi banyak peristiwa besar, diantaranya pemilihan presiden dan juga pemilihan legislative. “Saya melihat, untuk asuransi secara menyeluruh, kegiatan politik yang akan dihelat nantinya justru akan membuat perusahaan asuransi memiliki kesempatan untuk tumbuh,” kata

Lebih lanjut Kornelius menjelaskan, tahun politik 2014 diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan asuransi untuk tumbuh. “Perusahaan harus bisa memaksimalkan potensi dari pesta demokrasi yang diadakan setiap lima tahun tersebut, bisa saja partai politik mengikutsertakan anggotanya untuk berasuransi,” imbuh dia.

Selain itu, dia mengatakan, peningkatan pertumbuhan industri asuransi juga didukung oleh prediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2014. “Selain itu dengan potensi pertumbuhan kelas menengah yang semakin menggeliat, akan terus mendorong akselerasi terhadap perusahaan asuransi. Kita perkirakan akan terus bertumbuh. Jadi, memang tahun depan dengan potensi yang ada itu, industri asuransi tetap tumbuh. Kita memperkirakan 20%,” tutupnya. [agus]