Indonesia Masih Kalah dari Malaysia - Tingkat Kepercayaan Nasabah Bank

NERACA

Jakarta - Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh Earns & Young (EY), tingkat kepercayaan nasabah perbankan di Indonesia meningkat 57%. Peningkatan ini lebih tinggi dari negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura yang hanya 26% dan Vietnam 42%. Namun begitu, tingkat kepercayaan nasabah perbankan Indonesia masih kalah dibandingkan nasabah Malaysia yang sebesar 61%.

Ketua EY Financial Services untuk Asia Tenggara, Nam Soon Liew mengatakan, kepercayaan nasabah terhadap perbankan ritel berhasil meningkat di tahun yang penuh tantangan bagi industri perbankan. Capaian ini tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi yang pesat di wilayah Asia Pasifik. "Akan tetapi, sebagai wilayah yang memiliki karakter nasabah yang berbeda dengan berbagai macam kebutuhan layanan perbankan, dan Indonesia masih kalah dengan Malaysia kepercayaan kepada bank " katanya di Jakarta, Kamis (13/3).

Menurut Nam, kepercayaan terhadap masing-masing bank terbilang tinggi dan sebagian besar nasabah di seluruh dunia mengaku puas dengan layanan yang diberikan perbankan. Hasil survei menggambarkan, layanan perbankan sudah cukup baik namun masih terdapat kekurangan. Semisal pelayanan penting untuk pengalaman nasabah belum maksimal. Perbedaan ini yang menjadi pemicu meningkatkan kepercayaan terhadap perbankan ritel di suatu pasar dengan pasar lainnya. "Satu faktor signifikan yang mempengaruhi tingkat kepercayaan adalah pengalaman masing-masing nasabah," imbuhnya.

Earns & Young melakukan penelitian dan survei lebih dari 32.000 nasabah bank di 43 negara dan dilakukan pada 25 Juli 2013 sampai 7 Oktober 2013. Secara umum hasilnya, kepercayaan nasabah terhadap industri perbankan kembali meningkat setelah mengalami penurunan drastis beberapa tahun terakhir ini.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Administrasi dan Sistem Informasi LPS, Budi Santoso juga mengatakan hal yang sama bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan di Indonesia semakin meningkat.

Kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional pun meningkat tajam. Budi mengatakan, keinginan masyarakat untuk menggunakan jasa perbankan pun terus meningkat seiring dengan adanya jaminan atas dana masyarakat yang disimpan dan dijamin keamanannya. "Jika sebelum 2013 jumlah simpanan masyarakat di bank nilainya mencapai Rp3 triliun, maka setelah tahun itu jumlahnya meningkat sebanyak dua persen menjadi Rp3,6 triliun," tukas dia. [agus]

BERITA TERKAIT

Pertamina Pastikan Stok Elpiji Lebih dari Cukup

      NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyebutkan bahwa stok gas Elpiji tiga kilogram bersubsidi lebih dari…

Dyandra Targetkan Laba Rp 43 Miliar di 2018 - Masih Mengandalkan Bisnis Organizer

NERACA Jakarta – Selalu mematok pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi dari tahun ke tahun, terus konsisten dilakukan PT Dyandra Media…

Aset Bank Umum Di Jambi Tumbuh 4,75%

  NERACA   Jambi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menyebutkan, aset perbankan umum yang beroperasi di provinsi itu…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Sepakati Kerangka LCS dengan Malaysia dan Thailand

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyepakati kerangka "Local Currency Settlement" (LCS) secara bilateral dengan Bank Negara…

Dirut BTN Tegaskan IKA Undip Siap Dukung Program Pemerintah - Terpilih Ketua IKA UNDIP

  NERACA Semarang - Ikatan Alumni Keluarga Universitas Diponegoro (IKA Undip) siap mendukung pemerintah dalam menyukseskan program pembangunannya seperti infrastruktur…

Pemberdayaan Ekonomi, Bank Muamalat Gandeng Baznas

      NERACA Langkat - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meresmikan…