IHSG Akhir Pekan Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Masih berlanjutnya aksi beli investor kemarin, memicu perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat hingga mencetak rekor baru di level 4.700. Mengakhiri perdagangan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 41,782 poin (0,89%) ke level 4.726,167. Sementara Indeks LQ45 menanjak 9,495 poin (1,21%) ke level 794,407.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, di tengah pergerakan bursa saham regional yang bervariasi, IHSG BEI masih berada di area positif,”Derasnnya dana asing yang masuk membawa indeks BEI berada di zona hijau sejak awal perdagangan hingga penutupan pasar,”ujarnya di Jakarta, Kamis (13/3).

Dia menambahkan, nilai tukar rupiah yang masih stabil terhadap dolar AS merupakan salah satu sentimen positif bagi pasar saham di dalam negeri. Namun, menurut dia, pelaku pasar untuk tetap berhati-hati dalam mengejar keuntungan karena kondisi pasar yang cenderung jenuh beli sehingga membuat rentan untuk ambil untung.

Sentimen lain menguatnya indeks BEI juga kebijakan Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan acuan suku bunga bank atau BI Rate di level 7,5%. Berikutnya, perdagangan saham Jum’at akhir pekan, indeks BEI diproyeksikan akan berada di zona hijau dengan kecenderungan menguat.

Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk akhir pekan di antaranya, Media Nusantara Citra (MNCN), Astra International (ASII), Astra Autopart (AUTO), Ultra Jaya Milk Industry & Trading Compa (ULTJ).

Perdagangan kemarin berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 270.788 kali pada volume 8,978 miliar lembar saham senilai Rp 6,891 triliun. Sebanyak 191 saham naik, 100 saham turun, dan 87 saham stagnan. Volume dan nilai transaksi naik cukup tinggi karena ada aksi jual saham PT Siloam Hospitals Tbk (SILO) senilai Rp 858 miliar di pasar negosiasi. Transaksi dilakukan antara dua broker, yaitu Credit Suisse Securities dan Ciptadana Securities.

Ini juga yang membuat dana asing masuk cukup besar. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,219 triliun di seluruh pasar. Bursa-bursa regional malah balik arah ke zona merah dan rata-rata ditutup negatif. Yang mampu menguat hanya BEI dan bursa China.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGMR) naik Rp 1.425 ke Rp 48.450, Unilever (UNVR) naik Rp 1.300 ke Rp 30.300, Waran Bali Towerindo (Bali-W) naik Rp 769 ke Rp 770, dan Sarana Tunas (SUPR) naik Rp 575 ke Rp 8.100. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 10.000 ke Rp 190.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.150 ke Rp 26.300, Siloam (SILO) turun Rp 875 ke Rp 10.400, dan Lion Metal (LION) turun Rp 525 ke Rp 12.200.

Menutup perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 34,763 poin (0,74%) ke level 4.719,148. Sementara Indeks LQ45 melonjak 8,172 poin (1,04) ke level 793,084. Selain menanti data ekonomi dalam negeri yang akan dirilis, pelaku pasar juga menunggu rilis data dari China. Sambil menunggu pelaku pasar melakukan aksi beli selektif.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 147.408 kali pada volume 3,043 miliar lembar saham senilai Rp 3,897 triliun. Sebanyak 163 saham naik, 96 saham turun, dan 73 saham stagnan. Pergerakan bursa-bursa regional tidak banyak berubah sejak awal perdagangan. Bursa saham Singapura masih terjebak di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGMR) naik Rp 1.300 ke Rp 48.325, Unilever (UNVR) naik Rp 1.275 ke Rp 30.275, Waran Bali Towerindo (Bali-W) naik Rp 769 ke Rp 770, dan Sarana Tunas (SUPR) naik Rp 475 ke Rp 8.000. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 1.050 ke Rp 26.400, Siloam (SILO) turun Rp 925 ke Rp 10.350, Indocement (INTP) turun Rp 275 ke Rp 21.925, dan Goodyear (GDYR) turun Rp 250 ke Rp 19.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 10,54 poin atau 0,22% menjadi 4.694,92. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,73 poin (0,35%) ke posisi 787,64,”Bursa Asia yang cenderung menguat menjadi salah satu faktor sentimen positif bagi indeks BEI," kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Di sisi lain, lanjut dia, kembali terapresiasinya mata uang rupiah terhadap dolar AS menambah dorongan bagi pelaku pasar untuk masuk ke pasar saham. Namun penguatan cenderung terbatas seiring dengan pasar juga sedang mengantisipasi rilis suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate). Untungnya saja, BI Rate masih bertahan di level 7,5%.

Sementara itu, tim analis teknikal Mandiri Sekuritas memaparkan bahwa investor asing terlihat mengakumulasikan keuntungan menyusul sudah tingginya kenaikan indeks BEI, dan situasi Ukraina yang kembali memanas. Oleh karena, IHSG BEI masih bergerak 'mixed' dengan level batas bawah-atas di kisaran 4.650--4.760 poin.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 77,74 poin (0,35%) ke posisi 21.979,69, indeks Nikkei naik 51,39 poin (0,37%) ke 14.885,02 dan Straits Times melemah 4,51 poin (0,15%) ke posisi 3.092,46. (bani)

Related posts