Laba Bersih TAXI Melesat Dari Target - Tumbuh Sekitar 67,28%

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2013, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) membukukan laba bersih sebesar Rp132,42 miliar. Angka tersebut naik sekitar 67,28% dari perolehan laba bersih pada tahun sebelumnya Rp79,16 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan perseroan di Jakarta, Kamis (13/3).

Disebutkan, pendapatan usaha perseroan naik menjadi Rp686,92 miliar dari tahun sebelumnya Rp520,86 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak menjadi Rp173,95 miliar dari tahun lalu sebesar Rp106,95 miliar. Sedangkan total aset perseroan hingga Desember 2013 naik menjadi Rp2,14 triliun dari akhir tahun 2012 sebesar Rp1,78 triliun.

Sebagai informasi, tahun ini perusahaan operator taksi Express, PT Express Transindo Utama Tbk menargetkan kenaikan pendapatan hingga 30%. Direktur Keuangan PT Express Transindo Utama Tbk, David Santoso pernah bilang, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan senilai Rp 900 miliar. "Kami targetkan pendapatan tumbuh 20% hingga 30% tahun 2014 yang akan di sumbang mayoritas oleh pendapatan dari taksi reguler," ujarnya.

Asal tahu saja, tahun 2013 perseroan menargetkan bisa membukukan pendapatan sebesar Rp 676 miliar dengan laba bersih senilai Rp 130 miliar. Namun realisasi tahun 2013 melebihi capaian target yang ada. Perseroan sendiri menilai pasar taksi di Tanah Air masih potensial. Pengelola taksi Express ini berencana menambah unit taksi regulernya sebanyak 2.000 unit tahun ini.

Penambahan armada yang dilakukan perusahaan ini sama jumlah yang dipesan pada tahun sebelumnya,”Penambahan tetap sama seperti tahun lalu sekitar 2 ribu unit untuk taksi reguler," kata Presiden Direktur PT Express Transindo Utama Tbk Daniel Podiman.

Menurut Daniel, penambahan armada ini akan dilakukan bertahap. Diperkirakan, sekitar seribu unit taksi bakal mulai datang pada semester I 2014. Sisanya akan dipenuhi pada semester kedua. Untuk penambahan armada ini, Express menyiapkan dana sebesar Rp 500 miliar yang berasal dari internal dan ekternal perusahaan. Perusahaan saat ini masih menghitung komposisi pembiayaan tersebut. "Yang paling memungkinan paling dari obligasi, tapi lagi kita dikaji," lanjutnya.

Untuk jenis taksi eksklusif Tiara Express, Daniel mengaku belum berencana menambah jumlah armada. Saat ini, Express mengoperasikan setidaknya 10 ribu unit taksi. Sementara taksi kelas eksekutif berjumlah 108 unit. (bani)

BERITA TERKAIT

Mendes PDTT - Sekitar 30.000 Inovasi Desa Bisa Jadi Inspirasi

Eko Putro Sandjojo Mendes PDTT Sekitar 30.000 Inovasi Desa Bisa Jadi Inspirasi Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan…

Target Swasembada Pangan Pemerintah Tidak Didukung Luas Lahan - Data Hasil Riset

NERACA Jakarta – Target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah sulit untuk dicapai. Salah satu penyebabnya adalah luas lahan pertanian yang…

Spindo Catatkan Penjualan Tumbuh 10,24%

NERACA Jakarta – Meningkatnya permintaan pipa dalam negeri seiring dengan geliat pembangunan infrastruktur berhasil mengerek penjualan PT Steel Pipe Industry…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…