2014, Disiapkan Rp 2,65 T Dana Bergulir

Sabtu, 15/03/2014

2014, Disiapkan Rp 2,65 T Dana Bergulir

Lembaga Pengelola dana Bergulir Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LPDB-KUKM) tahun ini menargetkan dana bergulir sebesar Rp 2,65 triliun. Target itu naik 47,22% dari penyaluran tahun lalu yang besarnya Rp1,801 triliun.

Untuk menyalurkan dana sebesar itu, LPDB menjalin kerjasama dengan dinas-dinas urusan koperasi dan UKM di tingkat provinsi maupun PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida), serta perusahaan asuransi jiwa.

Tahun lalu, kata Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUKM Adi Trisno Yuwono, pihaknya menyalurkan dana bergulir kepada sebanyak 160.401 UMKM atau melebihi target yang ditetapkan, yaitu sebanyak 92.535 UMKM. Dana tersebut disalirkan melalui 633 mitra koperasi primer, 16 koperasi sekunder, 16 perusahaan modal ventura dan mita perbankan. Dana tersebut juga disalurka lewat 318 mitra UKM strategis yang tersebar di 33 provinsi.

“Alhadulillah, dana macet atau NPL (non performing loan) hingga 31 Desember 2013 berfluktuasi 0,01-0,04%, jadi masih jauh dari btas toleransi 15%,” kata Adi. Dia menjelaskan, dana bergulir tersebut dikelola LPDB sejak September 2008. Secara kumulatif telah tersalur dana lewat LPDB sebesar Rp 4,11 triliun. Dana sebanyak itu disalurkan kepada 521.167 UMKM melalui 65 mitra koperasi sekunder, 1.983 mitra koperasi primer, serta 646 mitra UKM strategis.

Adi menjelaskan, penyaluran pinjaman dana bergulir dari tahun ke tahun terus meningkat. Dari 2008 ke 2009, permintaan naik hingga 462,71% atau sebesar Rp 197,65 miliar. Ke tahun 2010, dana bergulir naik sebesar 107,58% atau sebesar Rp 410,29 miliar. Di akhir 2013, dana bergulir menembus angka Rp 1 triliun, yaitu sebanyak Rp 1,42 triliun.

Dari hasil penyaluran dana bergulir tersebut, kata Adi, LPDB berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 153,38 miliar per 31 Desember 2013 atau 226,56% dari target pendapatan Rp 67,70 miliar. Realisasi pendapatan itu bersumber dari jasa layanan sebesar Rp 28,58 miliar, serta pendapatan lain sebesar Rp 124,8 miliar atau 199,05% dari target RBA.

“Akumulasi surplus pendapatan LPBD KUKM sejak 2008 hingga 2013 mencapai Rp 360,2 miliar,” kata Adi. Tahun ini, kata dia, LPDB menargetkan pendapatan hingga 99,9 miliar atau naik sebesar 33,06%. Pendpatan itu bersumber dari jasa pelayanan Rp 92,29 miliar, pendapatan dari APBN sebesar Rp 7,7 miliar.

Baiknya pengelolaan keuangan di LPDB, kata Adi, membuahkan hasil. Kementerian Keuangan memberikan predikat kepada LPDB-KUKM sebagai badan pelayanan umum (BLU) terbaik dalam hal pengelolaan dana khusus dengan skor 76,33 (A-baik).

Lembaga usaha otonom di bawah Kementerian Koperasi dan UKM itu juga berhasil mempertahankan prediakt ISO 9001:2008 di akhir 2013. “Ini sebagai wujud salah satu misi manajemen LPDB dalam rangka menjaga dan meningkatkan sistem total quality management (TQM) secara terpadu untuk mencapai pelayanan tingkat dunia. (saksono)