Plus Minus Investasi Ruko/Rukan

NERACA

Seorang investor sejati akan mencari jenis investasi yang paling tepat baginya di saat tertentu. Misalnya di saat suku bunga tinggi, dia akan memilih investasi finansial. Tetapi sebaliknya, saat suku bunga rendah, dia akan beralih berinvestasi properti yang memiliki capital gain lebih besar.

Salah satu jenis investasi dalam bidang properti yang tinggi peminat adalah investasi rumah toko (ruko) atau rumah kantor (rukan). Ya, dengan sifatnya yang multifungsi (bisa digunakan sebagai tempat tinggal atau bisnis), sebuah ruko atau rukan bisa menjadi sebuah investasi yang memberi imbal hasil yang lebih besar dibandingkan sebuah rumah kontrakan, bahkan sebuah kos-kosan.

Investasi dari jenis ini memiliki kelebihan dan kekuarangan yang harus diketahui oleh calon investor sebelum berkecimpung didalamnya. Seperti yang dinukil dari buku “Rahasia Menjadi Miliarder Properti” tulisan pakar properti Panangian Simanungkalit.

Keunggulan investasi ruko/rukan

Pertama, permintaan terhadap suplai ruko dan rukan tergolong tinggi, terutama di kawasan bisnis, perdagangan, dan entertainment. Di kawasan-kawasan seperti ini, ruko dan rukan bisa menjadi pendukung ekonomi atau bahkan dapat menjadi motor utama penggerak roda ekonomi di daerah tersebut.

Kedua, jangka waktu penyewaan menengah, yakni antara 2-3 tahun, lebih panjang dari jangka waktu rumah sewa. Pasalnya, penyewa ruko atau rukan harus memperhitungkan keuntungan yang didapatnya dengan menyewa di lokasi tersebut. Adakalanya, si penyewa ruko baru mendapat titik impas (break even point) di tahun kedua. Dengan menyewa ruko tersebut tiga tahun, maka di tahun ke tiga, dia akan menikmati laba dari bisnisnya di ruko tersebut.

Ketiga, Capital rate ruko atau rukan berkisar 6-9 persen. Oleh karena itu, tingkat pengembalian investasi di sektor ruko atau rukan lebih besar dibanding rumah sewa. Ini disebabkan luas bangunan yang lebih besar dari luas tanahnya. Selain itu pula pada umumnya ruko berada di daerah yang bisnis yang ramai dan memiliki prospektif secara ekonomis, semisal di dekat pasar ataupun pinggiran jalan raya, dekat dengan pusat perbelanjaan, serta pusat hiburan sebuah kota.

Kekurangan investasi ruko/rukan

Pertama, Ruko amat peka dengan kondisi pereekonomian sebuah wilayah terlebih sebuah negara, ini karena ruko dipergunakan sebagai tempat berbisnis. Dan bila kondisi sebuah negara ataupun wilayah memburuk perekonomiannya, maka besar kemungkinan para penyewa akan berhenti untuk menyewanya atau mencari lokasi bisnis yang lebih murah seperti menyewa rumah tinggal untuk dijadikan tempat berbisnis jika memungkinkan.

Kedua, prospek bisnisnya sangat bergantung pada lokasi di mana ruko atau rukan ini berada. Sebagai tempat buka usaha, seyogiayanya ruko dibangun di pinggir jalan yang ramai atau di kawasan yang strategis, sehingga kemungkinan besar akan ramai pengunjung.

BERITA TERKAIT

Investasi Kota Tangerang Capai Rp2,7 Triliun

Investasi Kota Tangerang Capai Rp2,7 Triliun  NERACA Tangerang - Nilai investasi di Kota Tangerang, Banten, mencapai Rp2,7 triliun hingga Mei…

Produk Atlet Nabung Saham Dirilis di Pasar - Dukung Atlet Melek Investasi

NERACA Jakarta –PT MNC Sekuritas menilai program atlet nabung saham bisa menjadi investasi jangka panjang bagi para olahragawan di Tanah…

Milad BEI Ke-26, Raga Sehat Investasi Kuat

Dalam rangka menyabut hari jadi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ke-26 dan juga dukungan terhadap Asian Games 2018 yang bakal…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…