Trik Membuka Apotek Tanpa Waralaba

Sabtu, 15/03/2014

Bisnis obat memang tidak ada matinya, semakin hari bisnis ini makin besar peluangnya. Pilihan bisnis ini pun ada dua macam, yakni dengan bekerjasama pihak lain, atau dengan berusaha sendiri. Nah, lantas bagaimana kiatnya jika ingin membuka usaha apotek sendiri. Berikut ulasan singkatnya.

Pertama adalah mencari lokasi usaha yang strategis. Untuk itu survei lapangan dibutuhkan untuk mengukur strategis atau tidak lokasi yang Anda pilih. Karena ancamannya tak kecil jika salah menentukan lokasi. Karena tak terhitung jumlah apotek yang gulung tikar gara-gara tidak cermat dalam membaca lokasi.

Lalu cari tahu jumlah masyarakat yang mengalami sakit. Ini sangat penting untuk mengukur seberapa besar tingkat kebutuhan obat di masyarakat. Soal dana investasi, bisa dimulai dengan modal kecil dan kemudian ditingkatkan sesuai kemajuan apotek. Dengan modal Rp 80 juta sampai Rp 100 juta sudah cukup untuk memulai usaha apotek kecil-kecilan. Anga tersebut belum termasuk sewa tempat atau membeli tempat usaha.

Sekarang ini kita tidak akan sulit mencari obat, sudah sangat banyak pedagang obat di pasar obat yang menjual secara eceran seperti di pasar Pramuka Jakarta atau pasar lainnya. Sementara, jika butuh dalam jumlah besar, tentu sebaiknya bekerjasama dengan distributor obat.

Perlu diketahui, dalam hal ini diperlukan kecermatan Anda untuk membeli obat. Pasalnya, jika salah membeli obat maka obat tersebut akan sulit berkembang penjualannyadan hanya akan selalu menghiasi etalase Anda.

Bisnis ini pastinya membutuhkan jasa pihak kedua, yakni apoteker dan asisten apoteker. Karena, salah satu syarat pendirian apotek adalah harus memiliki apoteker sebagai penanggungjawab operasional. Jangan lupa pula untuk mengurus izin usaha apotek ke Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) agar operasoi apotek Anda legal.