Inggris Siapkan Jutaan Dolar Untuk Riset PT di Indonesia

Sabtu, 15/03/2014

NERACA

Persaingan produk industri dalam era globalisasi dan pasar bebas semakin meningkat. Sehingga perkembangann riset di bidang ilmu dan teknologi diperlukan untuk dapat mewujudkan produk-produk indutri yang tangguh, unggul serta berdaya saing tinggi. Hasil-hasil riset di bidang ini perlu saling dikomunikasikan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dalam hal ini keberadaan perguruan tinggi (PT) memiliki peran yang strategis. Perkembangan wacana tentang universitas riset terutama dalam konteks kemitraan perguruan tinggi antar negara kembali mengemuka seiring dengan misi untuk mewujudkan universitas riset berkelas dunia.

Seperti kerjasama pengembangan riset yang melibatkan 15 perguruan tinggi di Indonesia, dan tiga perguruan tinggi di Inggris. Tak tanggung-tanggung, untuk pengembangan riset dan pendidikan di kalangan perguruan tinggi di Indonesia, pemerintah Inggris menyediakan dana sebesar US$ 15 juta

Usai menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Mark Clanning di Universitas Gadjah Mada (UGM), Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. mengatakan bahwa perguruan tinggi di Indonesia itu di antaranya UGM, Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Perguruan tinggi di Inggris yang dilibatkan dalam kerja sama riset itu di antaranya Nottingham University. Riset yang menjadi prioritas adalah bidang ketahanan energi dan pangan," kata dia belum lama ini.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Rita ini memaparkan, konsorsium riset lingkungan juga dibentuk yang melibatkan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UGM dengan Essex University. Selain riset, sambung dia, kerja sama dalam bidang pendidikan yang dilakukan juga meliputi pembentukan "joint double degree" antara UGM dengan Birmingham University dan Leed University.

“Dalam kerja sama pengembangan riset dan pendidikan tersebut pemerintah Inggris akan menggelontorkan dana sebesar US$15 juta,” ujar dia

Sebelumnya, pada 3 Maret lalu, pemerintah Inggris yang diwakili oleh Menteri Sains dan Universitas Inggris David Willets melakukan Joint Working Group (JWG) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam diskusi tersebut juga mengemuka keinginan mereka untuk meningkatkan kerjasama pada bidang riset.

Salah satunya kerjasama yang terjalin antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan Warwick University. Dalam kerjasama tersebut, kedua pihak sepakat bermitra dalam bidang riset dan sains, khususnya terkait persoalan energi, seperti baterai untuk mobil listrik.