Ambisi Indocement Kuasai Pasar Semen

Genjot Produksi 4,4 Juta Ton

Kamis, 13/03/2014

NERACA

Jakarta- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berambisi meningkatkan produksinya hingga mencapai 4,4 juta ton per tahun terhitung mulai 2016. Untuk tahun ini, perseroan menargetkan produksi semen dapat mengalami pertumbuhan sebesar 6% dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 5,5%. “Harapan kapasitas produksi semen di Citereup, Jawa Barat sebesar 1,9 juta ton pada kuartal pertama 2014,” kata Sekretaris Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Sahat Pangabean di Jakarta, Rabu (12/3).

Untuk mendukung mesin produksi di Citeurep Jawa Barat ini, menurut dia, perseroan bekerja sama dengan Tianjin Cement Industry Design & Research Institute Co. Ltd. (TCDRI), China. Kerja sama dengan tersebut diharapkan dapat mencapai target produksi semen sebesar 4,4 juta ton. Untuk progres-nya sendiri saat ini, kata dia, masih berada di bawah harapan. “Karena ini bertahap. Masih di bawah 20% progres alat mesin produksi semennya,” ucapnya.

Selain itu, target produksi tersebut juga akan disumbang dari pabrik yang tengah dibangun di kawasan Pati, Jawa Tengah, yang ditargetkan bisa mencapai 2,5 juta ton per tahun. Seperti diketahui, proses penyusunan dokumen Amdal untuk pembangunan pabrik di kawasan tersebut sudah memasuki tahap finishing. Pihaknya mengaku saat ini hanya tinggal melengkapi hasil kajian terkait lalu lintas kendaraan jika pabrik semen tersebut sudah beroperasi.

Menurut dia, total investasi untuk pembangunan pabrik baru di Pati, Jawa Tengah mencapai Rp 7 triliun. Padahal pada awalnya, nilai investasi yang dibutuhkan tidak sebesar itu. Hal tersebut lantaran belum finalisasinya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)."Namun karena persoalan Amdal yang baru akan rampung setelah tiga tahun lamanya itu yang menjadi pemicu kenaikan biaya investasi," jelas dia.

Pihaknya optimis, prospek industri semen pada 2014 diperkirakan membaik meski mengalami berbagai tantangan. Perlambatan ekonomi Indonesia, dinilai bukan menjadi penghalang bagi infrastruktur. Begitu pula dengan peraturan loan to value (LTV) bagi sektor properti. “Sebagai negara berkembang, masih banyak mega proyek yang dibutuhkan seperti MRT dan jalan tol,” kata Direktur Komersial Indocement Daniel Kundjono.

Selain pembangunan pabrik, perseroan berencana akan melebarkan akses jalan sejauh 18 kilometer dari Jembatan Tanjang yang mengarah ke lokasi tapak pabrik dan lokasi pengambilan bahan baku di Kecamatan Kayen dan Tambakromo. Badan jalan yang semula 4,5 meter akan dilebarkan hingga 8 meter. Hal tersebut tidak lain untuk menunjang bisnis semen perseroan. "Kalau diprosentase sekarang sudah di atas 90%," ujarnya.

Direktur Keuangan Indocement Sukanto pernah mengatakan, dana yang dipersiapkan perseroan untuk mendukung pengembangan usaha tahun ini mencapai Rp 5 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan hingga mencapai 61,2% dibandingkan anggaran tahun lalu yang hanya mencapai Rp 3,1 triliun. (lia)