Kementan Anggarkan Rp128 Milliar untuk Perbaikan Pertanian

Akibat Letusan Gunung

Kamis, 13/03/2014

NERACA

Jakarta – Melihat dampak kerusakan yang diakibatkan oleh bencana letusan gunung, terutama untuk perbaikan sektor pertanian, maka Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran Rp 128 miliar untuk memperbaiki sektor pertanian dan peternakan yang terkena dampak Erupsi Gunung Sinabung dan Gunung Kelud.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan saat ini pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk perbaikan sektor pertanian akibat bencana letusan gunung Sinabung dan Kelud, adapun sebagai besar dari dana tersebut nantinya diperuntukan untuk penyediaan bibit tanaman pertanian.

"Kalau Sinabung kita sudah siapkan dan sedang proses, mungkin untuk Kelud juga, anggaran tambahan sebesar Rp 128 miliar. Ini umumnya untuk benih. Ini beda dengan (rehabilitasi pertahian) banjir, banjir itu kan fuso, kita juga proses Rp 200 miliar," katanya di Jakarta, Rabu (12/3).

Menurut dia, penyediaan benih untuk wilayah pertanian yang terkena dampak erupsi Gunung Sinabung sebenarnya sudah berlangsung. Namun yang menjadi halangan belum dimulainya kembali pemanfaatan lahan pertanian tersebut karena masih menunggu kesiapan dari lahan itu sendiri.

"Sinabung sudah pada tingkat menyiapkan bening, persoalannya kapan bisa ditanam kembali, itu juga harus hati-hati. Jangan serta merta setelah bibitnya ada, petaninya sudah kembali dan sudah dianggap aman lalu menanam, kan tidak begitu juga. Harus dicek kembali kesiapan lahannya," jelas dia.

Sedangkan untuk lahan pertanian disekitar Gunugn Kelud, Rusman menyatakan pihaknya tengah menunggu laporan dari tim yang diterjunkan untuk melakukan pengkajian. "Kalau Kelud masih dalam tahap tim advance untuk memberikan rekomendasi kepada kita kapan waktu yang terbaik untuk menanam," katanya.

Khusus untuk wilayah Kelud, selain lahan pertanian, usaha peternakan diwilayah tersebut juga mengalami gangguan. Untuk itu, Rusman juga menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan berupa pakan ternak.

"Peternakan umumnya kerugian bukan pada sapi tetapi pada penurunan produksi. Karena di Gunung Kelud merupakan sentra produksi dari susu sapi perah. Sekarang ini pertolongan yang kita berikan adalah pemberian pakan yang cukup supaya produksi susunya tetap bisa dipertahankan," tandas dia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan kerugian sektor pertanian akibat dari letusan di Gunung Sinabung, Sumatera Utara yang Rp 1,5 triliun, Gunung Kelud, Jawa Timur mencapai Rp 377 miliar. Saat ini pemerintah sedang melakukan upaya rehabilitasi pertanian agar produksi pertanian kembali berjalan normal. “Alokasi anggarannya belum ada angka pastinya, karena baik Sinabung maupun Kelud masih dalam proses identifikasi” kata Suswono.

Adapun relokasi anggaran itu rencannya untuk pengadaan benih agar para petani bisa kembali berproduksi, sehingga produksi bisa berjalan normal kembali. “Saat ini permintaan baru benih, kalau untuk yang pupuk belum ada permintaan. Maka dari itu untuk sementara waktu kita baru alokasikan untuk pupuk,” imbuhnya.

Sedangkan untuk di Sinabung sendiri realisasi bantuan sudah berjalan, tapi memang masih bertahap. Sambil menunggu kondisi sudah aman baru semua alokasikan. “Semua menunggu identifikasi selesai, jadi post anggrannya jelas. Kalau sinabung dari Kementan sudah alokasikan Rp 2,7 milliar pas awal terjadi bencana,” paparnya. [agus]