Kemendag Fokus Tingkatkan Kinerja Perdagangan

Persaingan Makin Ketat

Kamis, 13/03/2014

NERACA

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah melakukan rapat kerja (Raker) yang dihadiri oleh berbagai instansi pemerintah yang berkaitan sektor perdagangan di Jakarta, Rabu (12/3). Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan raker tersebut untuk membahas mengenai implementasi UU Perdagangan untuk mendukung stabilisasi harga, peningkatan ekspor, diplomasi perdagangan, dan kebijakan strategis perdagangan.

“Rapat kerja Kemendag 2014 memiliki arti strategis bagi kesiapan sektor perdagangan Indonesia menghadapi persaingan yang sangat ketat dalam perkembangan perekonomian dunia yang sangat cepat. Raker ini membahas beberapa isu-isu penting, seperti perhatian terhadap peningkatan ekspor stabilisasi harga bahan pokok, konsumen cerdas, diplomasi perdagangan internasional, serta kesiapan Indonesia menuju implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015,” jelas Mendag.

Guna meningkatkan kinerja ekspor Indonesia, lanjut Lutfi, perlu dibahas strategi peningkatan ekspor, yakni dengan melakukan diversifikasi produk ekspor utama. Juga produk yang prospektif melalui peningkatan nilai tambah, adaptasi produk, serta diversifikasi pasar ekspor di beberapa negara potensial melalui program misi pembelian (buying mission) dan misi dagang ke kawasan Afrika Selatan, Amerika Latin, Eropa Timur, Asia Selatan, dan Timur Tengah, termasuk melakukan penguatan citra Indonesia melalui promosi dan nation branding.

Atas dasar itu, Lufti menginstruksikan kepada seluruh perwakilan perdagangan di luar negeri, untuk memantapkan langkah antisipatif dan taktik melalui market intelligence di masing-masing negara. Seluruh perwakilan didorong untuk melakukan upaya-upaya diplomasi perdagangan maupun kegiatan promosi yang tepat.

Pada raker tersebut, Mendag juga mengajak peran serta stakeholder untuk memikirkan bersama bagaimana strategi Kemendag kedepan dalam meningkatkan ekspor produk yang bernilai tambah. Artinya proses transformasi industrialisasi secara gradual ke arah industri berbasis nilai tambah tinggi menjadi prioritas.

Dalam raker Kemendag 2014 juga akan dilakukan pembahasan tentang masukan terhadap rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 khususnya pembangunan bidang perdagangan. Pembahasan meliputi fokus stabilisasi harga, dan penurunan disparitas harga kebutuhan pokok.

“Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan terkait upaya stabilisasi harga harga, di antaranya adalah perbedaan karakter sistem rantai pasok pada tiap komoditas di daerah, disinformasi pasar mengenai tingkat pasokan dan tingkat permintaan, panjangnya rantai distribusi, serta fluktuasi harga di tingkat konsumen dalam kondisi tertentu seperti saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang kuat antar kementerian/lembaga atau peran suatu kelembagaan rantai pasok untuk mengelola pasokan permintaan dan pendistribusian bahan kebutuhan pokok,” ujar Mendag.

Selain itu, upaya peningkatan peran dan kemampuan diplomasi perdagangan internasional yang mendukung perluasan akses pasar dan pengamanan perdagangan juga didiskusikan secara mendetail. “Di tengah-tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif, Kemendag harus dapat semakin berpartisipasi aktif dan meningkatkan posisi runding baik dalam kerangka bilateral, regional, trans regional maupun multilateral,” kata Mendag.

Dalam konteks kerja sama regional, dalam waktu dekat, ASEAN termasuk Indonesia akan memasuki era baru yaitu MEA 2015. Antisipasi terhadap dampak positif maupun negatif perlu segera dipersiapkan. Mendag menyampaikan, “Kami berharap adanya peran serta aktif pemerintah daerah dan dunia usaha dalam melakukan sosialisasi terhadap rencana diberlakukannya MEA tepatnya pada bulan Januari 2016. Kesiapan dunia usaha menghadapi persaingan yang sangat kompetitif ini tentunya perlu mendapat dukungan dari program-program kegiatan Kemendag yang ada pada strategi ekspor dan kerja sama perdagangan internasional dengan didasarkan pada semangat hilirisasi dan perlindungan konsumen,” tukasnya.

Di samping itu, Menko Perekonomian, Hatta Rajasa juga senada menyampaikan pentingnya untuk membangun perekonomian melalui fokus terhadap isu-isu strategis yang meliputi peningkatan ekspor produk yang bernilai tambah, pemberdayaan ekonomi rakyat dan perlindungan konsumen, pemantapan sistem logistik nasional, penciptaan iklim usaha perdagangan jasa yang efisien dan berkualitas tinggi, dan implementasi MEA 2015.