Beli Ruko Juga Menguntungkan - Harga Jual Terus Meningkat

Rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan) merupakan properti komersial yang cukup menjanjikan sebagai investasi. Dibanding investasi menyewakan rumah, investasi ruko dan rukan memiliki kelebihan tersendiri.

NERACA

Permintaan terhadap nilai suplai ruko dan rukan tergolong tinggi, terutama di kawasan bisnis, perdagangan, dan entertaiment. Di kawasan-kawasan seperti ini, ruko dan rukan bisa menjadi pendukung ekonomi atau bahkan dapat menjadi motor utama penggerak roda ekonomi di daerah tersebut.

Pengamat properti, Panangian Simanungkalit mengatakan, dengan jangka waktu sewa menengah, yakni 2-3 tahun, lebih panjang dari jangka waktu sewa rumah sewa. Pasalnya, penyewa ruko atau rukan harus memperhitungkan keuntungan yang didapatnya denga menyewa di lokasi tersebut.

Menurutnya, si penyewa ruko baru mendapatkan titik impas (break event point) di tahun kedua. Dengan menyewa ruko tersebut tiga tahun, maka di tahun ke tiga, dia akan menikmati laba dari bisnisnya di ruko tersebut.

Namun menurutnya, ruko dan rukan sensitif terhadap krisis ekonomi karena merupakan tempat berdagang. Jika kondisi ekonomi memburuk, maka bisa jadi sebagai pedagang yang menyewa ruko atau rukan akan menghentikan aktivitas perdangangannya.

“Hal ini tentu berbeda bisnis dengan rumah sewa yang merupakan kebutuhan premier. Kendati terjadi krisis, rumah tetap dibutuhkan,” tutur Panangian Simanungkalit.

Banyak Keuntungan

Investasi di bidang property menjadi pilihan investasi yang lebih menguntungkan dan aman jika dibandingkan dengan jenis investasi lain. Nilai property konon bahkan selalu naik melebihi laju inflasi dan bunga perbankan.

Berinvestasi di property, terutama tanah, tidak memerlukanefforttambahan untuk meningkatkan nilai jualnya. Hanya biarkan saja dan waktu akan menaikkan harganya.

Selama diinvestasikanpun tanah tersebut masih bisa dikaryakan dengan cara disewakan untuk jangka waktu teretentu sebelum dimanfaatkan. Misalnya rencana akan dijual dua tahun lagi maka selama kita menunggu jangka waktu dalam rencana, property tersebut bisa disewakan. Dengan demikian property tersebut bisa menghasilkan arus kas positif, sekurangnya property tersebut sanggup membiayai dirinya sendiri untuk membayarPajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Sedangkan berinvestasi pada property dalam bentuk rumah, apartemen atau ruko bisa menghasilkan income yang lebih besar jika dibandingkan dengan investasi dalam bentuk tanah. Rumah bisa disewakan sehingga tidak perlu khawatir terhadap biaya yang dikeluarkan untuk merawatnya.

Dengan rate sewa di Indonesia berkisar antara 3 sampai 10 persen, maka hasil sewanya cukup untuk biaya perawatan dan pajak-pajaknya.

Menurutnya membeli sebuah apartemen bujet dengan harga 350 Juta Rupiah di kawasan Jakarta Selatan, sekarang ini disewakan dengan harga sewa dua juta lima ratus ribu rupiah perbulan sehingga ia mendapatkan sewa 30 Juta rupiah per-tahun. Dengan penghasilan sewa tersebut, bisa dikatakan hasil sewa cukup bagus karena mendekati 10 persen.

“Dan jika dijual apartemennya sudah mencapai harga 500 Juta Rupiah saat ini. Sungguh menggiurkan hasil yang didapatkan teman saya itu dengan memiliki property,” tuturnya.

Memang tidak semua apartemen yang menghasilkan nilai sewa seperti perhitungan di atas, diperlukan analisa terhadapsuplydandemanddan pangsa pasar di sekitar lokasi jika kita memutuskan berinvestasi di apartemen. Karena apartemen umumnya digunakan sebagai tempat tinggal kedua di tengah kota untuk kemudahanmobilitaske tempat beraktifitas.

BERITA TERKAIT

BEI Ingatkan BSWD Wajib Beli Saham Publik - Proses Sebelum Delisting

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa manajemen PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) memiliki kewajiban…

Blue Bird Menelan Pil Pahit Keluar Dari Indeks MSCI - Buntut Likuiditas Terus Melorot

NERACA Jakarta – Ketatnya persaingan bisnis transportasi umum berbasis online, memaksa kue transportasi yang selama ini dinikmati PT Blue Bird…

2018, Perusahaan Konvensional Terus Tergerus - KONSEKUENSI DERASNYA ARUS DIGITALISASI

Jakarta-Meski ekonomi dunia termasuk Indonesia ‎diperkirakan akan membaik pada 2018, arus digitalisasi terus merambah sehingga perusahaan ritel maupun transportasi konvensional…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…