Benteng Keraton Buton

Benteng Terluas Dan Terunik Di Dunia

Sabtu, 15/03/2014

Berkunjung ke kota Baubau Sulawesi Tenggara, belumlah lengkap jika tidak mengunjungi Benteng Keraton Buton. Benteng Keraton Buton merupakan benteng terluas dan terunik di dunia. Benteng ini mendapat penghargaan dariMuseum Rekor Indonesia (MURI) danGuiness Book Recordpada September 2006 sebagai benteng terluas di dunia yaitu 23,375 ha. Keberadaan benteng tersebut dahulunya membawa pengaruh besar bagi keberadaan Kerajaan Islam Buton sehingga mampu bertahan selama kurang lebih 4 abad.

Benteng ini mengintari perkampungan adat asli Buton dengan rumah-rumah tua yang tetap terpelihara hingga saat ini. Kita juga dapat menikmati budaya masyarakatnya yang masih menerapkan adat istiadat asli dikemas dalam beragam tampilan seni budaya. Di antaranya dalam bentuk upacara adat. Benteng Keraton Buton ini memiliki bentuk arsitek yang cukup unik. Terbuat dari batu kapur gunung. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara.

Di dalam benteng terdapat bangunan masjid yang juga konstruksi bangunannya sama seperti bangunan benteng. Dari tepi benteng yang sampai saat ini masih berdiri kokoh kita dapat menikmati pemandangan kota Bau-Bau dan mengamati hilir mudiknya kapal di selat Buton.

Perkampungan adat asli Buton dengan rumah-rumah tua di kawasan benteng tetap terpelihara hingga saat ini. Budaya asli tersebut dikemas dalam beragam keunikan seni budaya yang sering ditampilkan dalam upacara adat. Berebut mata uang (koin) menjadi salah satu daya tarik wisata di Buton. Kita akan menyaksikan demonstrasi penyelaman koin atau terkadang barang apa saja yang dilempar ke air lalu diburu oleh anak-anak setempat umumnya di bawah 10 tahun.

Permainan memperebutkan koin ini hanya bisa dilihat di perairan Desa Baruta, Kabupaten Buton. Atraksi anak-anak ini juga dapat disaksikan setiap penyelenggaraan Festival Keraton Buton (Buton Palace Festival) yang digelar secara rutin setiap tanggal 12-13 September. Jangan lupa juga untuk mengunjungi Batu Wolio, batu wolio adalah batu berwarna gelap dimana di batu inilah masyarakat setempat mengangkat seorang putri cantik bernama Wakaa-Kaa yang kemudian dijadikan ratu. Pelantikannya dilakukan di atas batu popaua. Batu ini berada sekitar 200 meter dari batu Wolio.

Tidak hanya itu saja, di kota Bau Bau juga terdapat istana yang dahulunya cukup megah meski sekarang tidak terawat lagi. Istana tersebut dibangun tahun 1922 dengan bantuan Belanda sehingga para sultan tak mau berdiam di dalamnya. Di awal kemerdekaan sempat menjadi sekolah AMS(Amtenaar Middlebare School),kemudian menjadi kampus Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan). Di tempat ini kita bisa berkeliling sambil melihat peninggalan sejarah yang ada, sempatkan pula berfoto-foto untuk kenang-kenangan telah mengunjungi beragam tempat ini.