Serikat Pekerja BUMN Siap Jaga Aset BUMN - Mencapai Rp4 Ribu Triliun

NERACA

Jakarta - Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara mengaku siap menjaga seluruh aset Badan Usaha Milik Negara senilai Rp4 ribu triliun yang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa negara lain. “Aset milik BUMN cukup besar dan sudah seharusnya seluruh federasi pekerja ikut menjaga keberadaannya, sehingga meningkatkan usaha dan kerja sama dengan 70 lebih perusahaan BUMN di Indonesia,” kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara, Abdul Sadat, di Jakarta, Selasa (11/3).

Menurut dia, pihaknya tidak buta politik terhadap perkembangan yang ada, kegiatan ini adalah bagian dari komitmen membesarkan BUMN sebagai lokomotif ekonomi bangsa dan pengawalan terhadap aset-aset negara."Saat ini aset BUMN Rp4 ribu triliun, dengan adanya Serikat Pekerja BUMN yang memiliki kopentensi dan kualitas SDM yang handal, diharapkan keberadaanya mampu mengawal dan menjaga aset negara tersebut," ungkap dia.

Lebih lanjut Abdul Sadat, mengungkapkan hal ini juga menjadi sebuah komitmen bagi saya setelah terpilih dalam memimpin para buruh BUMN periode tahun 2014 hingga 2017 mendatang, Menurut Sadat, peran serta federasi pekerja BUMN juga membuat sebuah visi misi yang baik seperti bersinergi dengan perusahaan dan buruh BUMN, serta memfasilitasi berbagai persoalan yang menyangkut permasalahan para buruh.

“Selain itu kita sebagai federasi pekerja, juga harus mampu berbuat banyak untuk membantu para pekerja untuk dapat bersinergi dengan kemampuan perusahaan," tegas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Latif Algaff selaku Majelis Pertimbangan Federasi (MPF) BUMN RI mengungkapkan, untuk menyelesaikan persoalan antara para buruh dengan perusahaan ada beberapa faktor yang harus dilihat termasuk kemampuan perusahaan untuk membayarkan hak dan kewajiban para pekerja BUMN.

Menurut dia, Serikat Pekerja BUMN ini bersifat sukarela ber-afilisiasi serta membentuk Konfederasi khusus untuk para pekerja BUMN."Konfederasi ini ikut ambil bagian dalam menyusun perjanjian kerja bersama yang mengatur antara hak dan kewajiban pekerja dalam sebuah perjanjian kerja sama yang ditanda tangani oleh Direktur Utama, Manajemen dan disahkan oleh Kementerian Tenaga Kerja," ungkap Latif.

Lebih lanjut, Latif menjelaskan, dimana saat ini sinergitas antara manajemen dengan serikat pekerja yang bersifat bipartit sudah semakin baik."Jadinya kita ikut terlibat dalam membuat pedoman hak dan kewajiban. Intinya hubungan kita seperti patnership kemitraan, dengan komunikasi yang bagus dan sama-sama menjaga perusahaan," tandas dia.

Sebelumnya, Ketua Serikat Pekerja PTPN II selaku Ketua panitia Musyawarah Besar Federasi Serikat Pekerja BUMN IV Josem Ginting mengungkapkan BUMN sebagai lokomotif ekonomi bangsa yang memiliki peranan strategis dalam pembangunan nasional, membuat aset negara ini rentan terhadap konflik kepentingan.

"Penyelenggaraan Mubes saat ini sangat strategis mengingat ada momentum bersejarah dalam organisasi serikat pekerja, yaitu deklarasi Konfederasi Serikat Pekerja Badan Milik Negara (KSP-BMN)," kata dia.

Mubes yang dihadiri 70 perwakilan Serikat Pekerja BUMN ini, mengambil tema 'Peran Serikat Pekerja BUMN Mendorong Produktivitas dan Daya Saing BUMN Menghadapi Perdagangan Bebas serta Dinamika Kepemimpinan nasional'.

Kegiatan yang diselenggarakan dari tanggal 12-16 Februari 2014 lalu ini diawali dengan seminar nasional dihadiri bekas Sesmen BUMN Said Didu, deklarator FSP BUMN Bambang Syukur, Direktur Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemenakertrans Hayani Rumandang dan Kadisnakertrans Provinsi Sumatera Utara, Bukit Tambunan. [mohar]

BERITA TERKAIT

Baru Dua Anggota Apindo Yang Siap IPO - Momentum Tepat Gelar IPO

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga mencapai rekor baru, dinilai menjadi momentum yang tepat untuk…

Multipolar Bukukan Penjualan Rp 12,80 Triliun

PT Multipolar Tbk (MLPL) meraih penjualan sebesar Rp12,80 triliun hingga periode 30 September 2017 turun tipis dibandingkan penjualan Rp12,89 triliun…

Elnusa Bukukan Pendapatan Rp 4,9 Triliun - Percepat Kinerja Operasi

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Elnusa Tbk (ELSA) berhasil mendongkrak kinerja dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,9…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

BI : Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan Tak Relevan

      NERACA   Jakarta - Pernyataan bahwa siklus krisis ekonomi di Indonesia akan terjadi setiap 10 tahun sekali…

Jepang Tertarik Bangun MRT Di Jakarta

      NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang…

Empat Provinsi Siaga Karhutla

      NERACA   Jakarta - Sebanyak empat provinsi, yaitu Sumatra Selatan (Sumsel), Riau, Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan…