Saham BSD Masih Memiliki Prospek Positif

NERACA

Jakarta – Makin agresifnya bisnis property yang tengah dilakukan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membuat saham perseroan memiliki prospek positif kedepannya. Kendatipun sebagian pelaku pasar melihat industri properti bakal lesu seiring dengan momentum pemilu dan kebijakan loan to value (LTV) yang di rilis Bank Indonesia (BI).

Analis Buana Capital Alfred Nainggolan mengatakan, harga saham BSD akan bergerak tajam karena likuiditas dan land bank perseroan yang masih luas. Terlebih, rencana perseroan yang bakal mengakuisisi anak usaha bisnis PT Bakrieland Development Tbk, “Jadi dengan daerah bisnis kita melihat bahwa memiliki brand baru di peseroan, akuisisi tersebut merupakan produk premium mereka dengan segmen premium menengah ke atas mereka, jadi mereka menambah pandangan pasar,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Asal tahu saja, PT Bumi Serpong Damai Tbk menyatakan minatnya untuk mengambil alih salah satu entitas milik PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). Aksi akuisisi perseroan masih belum surut meskipun telah berhasil melakukan akuisisi proyek Epicentrum Walk di Kuningan, Jakarta Selatan dengan nilai transaksi sebesar Rp297 miliar.

Direktur dan Sekretaris BSDE Hermawan Wijaya pernah mengatakan, tingginya minat perseroan tersebut lantaran perusahaan terus berambisi menggenjot pendapatan perusahaan melalui ekspansi di kawasan-kawasan baru, tak terkecuali kawasan Rasuna yang kebanyakan dimiliki oleh keluarga Bakrie”Tanah Rasuna, tanah emas. Sebenarnya bukan hanya tanah di Rasuna, tanah di SCBD juga demikian. Kalau memang masih ada tanah di kawasan tersebut, kami open saja, sepanjang harganya cocok,”tuturnya.

Meskipun minat BSDE terhadap lahan-lahan di kawasan Rasuna terbilang sangat tinggi, namun dikatakan Hermawan, perseroan belum tentu akan membelinya dari keluarga Bakrie. Hal tersebut lantaran masih banyak pemilik lain lahan-lahan di kawasan Rasuna, Jakarta Selatan tersebut,”Tanah Rasuna kan bukan sepenuhnya milik Bakrie. Kami akan ambil alih jika memang yield dan harganya cocok di perusahaan," jelas dia.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya BSDE telah menggolontorkan dana sebesar Rp2 triliun guna mengambil alih tanah milik keluarga Bakrie di kawasan Epicentrum. Tepat pada 27 Juli 2011, perusahaan berhasil mengakuisisi lahan seluas 5 hektar (ha) senilai Rp1,8 triliun. Sementara pada awal tahun ini, perusahaan kembali mengakuisisi Epicentrum Walk senilai Rp297 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemerintah Diminta Waspadai Ketidakpastian 2018 - MESKI PERTUMBUHAN EKONOMI 3 TAHUN TERAKHIR POSITIF

Jakarta-Meski pertumbuhan ekonomi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren cukup positif, pemerintahan Jokowi-JK tetap harus fokus terus membenahi masalah ketimpangan…

Saham Malacca Trust Dalam Pengawasan - Bergerak Di luar Kewajaran

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pola transaksi saham PT Malacca Trust Wuwungan (MTWI) karena telah…

Rukun Raharja Lepas 33% Saham di PRA

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melepas kepemilikan sahamnya di PT Panji Raya Alamindo (PRA) sebanyak 33% kepada Tokyo Gas Co.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…

KPEI Sosialisasikan Kualitas Agunan

Demi meningkatkan kehatian-hatian transaksi, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan sosialisasi kepada para anggota kliring mengenai peningkatan kualitas agunan.…