BEI Aktifkan Kembali Produk Derivatif - Untuk Kontrak Saham dan Indeks

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku masih mematangkan rencana untuk mengaktifkan kembali perdagangan produk derivatif untuk kontrak opsi saham (KOS) dan kontrak berjangka indeks (KBI).Keberadaan instrumen derivatif ini diharapkan dapat dijadikan sarana lindung nilai (hedging) atas portofolio yang dimiliki investor. “Karena kebutuhannya ada. Pasar modal bisa jalan kalau ada produk hedging,”kata Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Frederica Widyasari Dwi di Jakarta, kemarin.

Saat ini, kata dia, sudah ada tujuh anggota bursa yang menyatakan kesiapannya untuk menjadi penggerak pasar (liquidity provider) produk derivatif yang akan dirilis kembali BEI pada semester kedua 2014.Adapun salah satu syarat perusahaan efek bertindak sebagai penggerak pasar adalah mau memberikan kuotasi bid dan offer yang kompetitif pada sistem kuotasi.

Selain itu, anggota bursa tersebut juga harus memiliki modal yang cukup kuat untuk menjaga likuiditas perdagangan.Diketahui, liquidity provider memiliki fungsi yang sangat penting dalam perdagangan Opsi Saham. Akan tetapi, kewajiban Liquidity Provider untuk menciptakan penawaran beli dan permintaan jual mungkin tidak sesuai dengan keinginan investor sehingga kemampuan untuk menerapkan strategi trading sangat tergantung kepada kemauan investor dalam menerima harga yang ditawarkan oleh Liquidity Provider.

Untuk saat ini, sambung dia, pihaknya masih menggelar focus group discussion bersama para broker dan berdiskusi dengan ahli produk derivatif dari luar negeri. “Beberapa tengah disiapkan best practice-nya.” ucapnya.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat KOS dan KBI dulu itu tidak menarik investor, misalnya batas imbal hasil dan edukasi yang masih terbatas mengenai produk derivatif, dan juga ketidaksiapan anggota bursa. Padahal, dengan opsi saham ini akan memampukan investor untuk menciptakan portofolio yang terdiversifikasi dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan pembelian saham secara langsung.

Investor dapat mendapatkan penghasilan tambahan diatas dividen dengan menjual (write) Call Option dari saham yang dimiliki investor. Dengan melakukan penjualan (write) Call Option, investor mendapatkan premium di awal, dengan risiko kemungkinan terkena exercise dan harus memberikan saham pada harga yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, dia menegaskan, sangat penting untuk menimbang terlebih dahulu risiko dan keuntungan yang diperoleh sebelum membuat keputusan untuk berdagang opsi saham.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Samsul Hidayat sebelumnya mengatakan, pihaknya akan mengembangkan sistem penggerak pasar atau "market making system". Serta merevisi beberapa peraturan tentang transaksi produk derivatif. "Kami akan `launching` ulang produk derivatif. Kemungkinan pada awal semester II tahun ini," kata dia. (lia)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Presiden Jokowi Direncanakan Kembali Kunjungi Sukabumi - Resmikan Groundbreaking Jalur Ganda KA Sukabumi-Bogor

Presiden Jokowi Direncanakan Kembali Kunjungi Sukabumi Resmikan Groundbreaking Jalur Ganda KA Sukabumi-Bogor NERACA Sukabumi - Presiden Joko Widodo dikabarkan akan…

Bukalapak Rilis Tujuh Produk Reksa Dana Baru

NERACA Jakarta - Melihat tingginya minat investor terhadap produk reksa dana yang tersedia di BukaReksa, kini Bukalapak kembali menghadirkan tujuh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…