Danai Merger, XL Ngutang US$ 500 Juta - Bunga Pinjaman Sebesar 2,41%

NERACA

Jakarta – Kepastian hukum dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bila merger yang dilakukan PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan PT Axis Telekom Indonesia (Axis) tidak ada monopoli, menjadi jalan mulus bagi perseroan untuk melakukan sinergis bisnis di industri telekomunikasi. Maka guna mengambil Axis, XL menggelontorkan dana sebesar US$ 856 juta, dengan US$ 500 juta didapatkan dari perusahaan induk XL, Axiata.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (11/3). Disebutkan, pinjaman tersebut diberikan dengan tenor tiga tahun dan tingkat bunga 2,41%. Sebelum adanya pinjaman ini, XL sendiri telah memiliki utang sebesar Rp17,540 triliun.

Aksi korporasi ini akan dapat memberikan banyak manfaat dan keuntungan jangka panjang tidak hanya bagi XL, tetapi juga manfaat untuk konsumen, investor, industri serta negara. Penggabungan antara XL dan Axis akan memberi keuntungan bagi XL karena banyak efisiensi bisnis yang dapat dilakukan, terutama dari biaya operasional dan biaya modal yang signifikan.

Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk, Hasnul Suhaimi mengatakan, setelah pertemuan konsultasi dengan KPPU pekan kemarin, maka akan digelar konsultasi lanjutan. Konsultasi dengan KPPU ini termasuk verifikasi dokumen, kemudian melengkapi dokumen apa yang perlu ditambahkan selanjutnya. Proses diharapkan berjalan lancar dan merger dapat benar-benar terealisasi serta mendapat restu dari semua elemen yang terkait.

Menurut Hasnul, dengan mulusnya aksi koprorasi perseroan melakukan merger dengan Axis, maka pelanggan XL-AXIS mencapai lebih dari 65 juta. Itu artinya mewakili sekitar 21% pangsa pasar di dalam negeri.

Sebelumnya, XL telah memperoleh persetujuan merger dari Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo, pemegang saham, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Hasnul memastikan, merger XL-Axis tidak akan menciptakan praktek monopoli. Sebab, pangsa pasar kedua perusahaan setelah merger jauh di bawah operator lain. Konsolidasi ini diyakini Hasnul bisa membuat industri telekomunikasi nasional lebih sehat dan tumbuh berkesinambungan. Selain memberikan manfaat bagi industri, pemerintah dan pelanggan. "Merger ini akan mendorong peningkatan jumlah pelanggan serta ketersediaan produk dan layanan customer service yang semakin luas di pasar,”jelasnya.

Sebelumnya, Managing Partner PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe pernah bilang, mergernya PT XL Axiata Tbk dengan PT Axis Telekom membuat saham EXCL tidak begitu memuaskan. Pasalnya, masalah utang yang didera oleh kedua perusahaan membuat merger tersebut tak sesuai. Seperti diketahui, jumlah utang XL selama sembilan bulan tahun 2013 tercatat sebesar Rp17,6 triliun. Jumlah itu meningkat Rp3 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,6 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…

Produksi Nasional Disebut Tembus 60 Juta Unit - Impor Ponsel Turun Drastis

NERACA Jakarta – Industri telepon seluler (ponsel) di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun…

Sky Energy Bidik Pendapatan Rp 539 Miliar - Lepas 203 Juta Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Sky Energy Indonesia Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp539 miliar dan Rp627 miliar pada tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…