Laba Bersih BJB Capai Rp 1,38 Triliun

NERACA

Jakarta – Di tahun 2013, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mencatatkan laba bersih Rp1,38 triliun. Laba ini naik 13,34% dibandingkan periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,19 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangannya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, perseroan juga mengalami kenaikan pendapatan bunga bersih bank menjadi Rp4,8 triliun dari sebelumnya Rp3,66 triliun. Hal yang sama juga terjadi pada beban operasional selain bunga bersih perseroan juga naik menjadi Rp3,16 triliun dari sebelumnya Rp2,3 triliun. Walau demikian, laba operasional BJB tetap mengalami kenaikan menjadi Rp1,62 triliun dari sebelumnya Rp1,35 triliun.

Pada akhir tahun 2013, total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp64,2 triliun, turun dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp64,8 triliun. Sementara total aset perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp70,96 triliun pada akhir tahun 2013 dibandingkan periode tahun 2012, Rp70,84 triliun.

Tahun ini, perseroan membidik pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan arahan Bank Indonesia. Bank Jabar & Banten menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 25%, sedangkan arahan BI sebesar 15%-17%. Kendati demikian, target pertumbuhan tersebut telah lebih lambat dari realisasi penyaluran kredit tahun lalu yang mencapai 28,1%.

Direktur Utama BJB Bien Subiantoro mengatakan, pengereman pertumbuhan kredit tersebut sejalan dengan arahan BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang meminta perbankan nasional untuk mengerem pertumbuhan kredit pada 2014,”Kredit kami diperkirakan tumbuh kira-kira 25% karena BI dan OJK memberi sinyal agar bank-bank bisa mengerem pertumbuhan kreditnya. Berarti pertumbuhan kredit kami sekitar 5% lebih besar di atas rata-rata pertumbuhan industri,” katanya.

Perseroan mencatat total penyaluran kredit tahun lalu mencapai Rp45,3 triliun, tumbuh 28,1%. Kredit tersebut ditopang oleh pencapaian kredit konsumer dan Kredit Pemilikan Rakyat (KPR). Sebelumnya, guna meningkatkan ekspansi bisnisnya, PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk akan menerbitkan obligasi sebanyak-banyaknya sekira Rp5 triliun.

Obligasi yang akan diterbitkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan likuiditas perseroan. Penerbitan obligasi ini dilakukan untuk menggantikan sejumlah obligasi perseroan yang jatuh tempo sejak tahun 2011 lalu. Tercatat, tahun ini obligasi yang jatuh tempo mencapai Rp700 miliar. Serta di 2015, obligasi yang jatuh tempo nilainya itu mencapai Rp1,6 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Total Emisi Obligasi Capai Rp 110,74 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk sepanjang 2017 mencapai Rp110,74 triliun. Angka…

Laba Arwana Citra Mulia Tumbuh 37,75%

NERACA Jakarta – Emiten produsen keramik, PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) meraih kenaikan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan…

Waskita Beton Bidik Laba Tumbuh 25% di 2018 - Kantungi Banyak Kontrak Baru

NERACA Jakarta –Lambat tapi pasti, performance kinerja keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) cukup memuaskan. Tengok saja dari pencapaian…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ADHI Baru Serap Obligasi Rp 966,73 Miliar

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) baru menggunakan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp966,73 miliar…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

Tawarkan Hunian Terjangkau - APLN Rampungkan Tower Pertama PGV

NERACA Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui PT Graha Tunas Selaras merampungkan pembangunan tower pertama Podomoro Golf…