Hanson Internasional Dirikan Perusahaan Baru

Agresif Garap Bisnis Properti

Rabu, 12/03/2014

NERACA

Jakarta- Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, PT Hanson International Tbk (MYRX) melalui anak usahanya, PT Mandiri Mega Jaya mendirikan perusahaan baru, PT Pacific Millenium Land dengan modal dasar sebesar Rp56,75 miliar. Nilai tersebut setara dengan US$5 juta yang terbagi atas 5 juta saham, dengan masing-masing saham bernilai nominal Rp11.351 atau setara dengan US$1.

Direktur PT Hanson International Tbk, Rony Agung Suseno mengatakan, pendirian perusahaan tersebut dilakukan dengan pihak yang tidak terafiliasi dengan perusahaan, PT Pelican Group Pte. Ltd. Adapun modal ditempatkan dan disetor penuh, yaitu sebesar 42% atau sejumlah 2,1juta saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp23,84 miliar atau setara dengan US$2,1 juta.

“PT Mandiri Mega Jaya sejumlah 1,4 juta saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp15,89 miliar atau setara dengan US$1,4 juta atau sejumlah 66,67%.” kata Rony Agung dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (11/2).

Sedang 33,33% atau sejumlah 700 ribu saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp7,94 miliar, setara dengan US$700 ribu dimiliki oleh PT Pelican Group Pte. Ltd. Diketahui, PT Mandiri Mega Jaya adalah perusahaan properti milik Benny Tjokrosaputro yang belum lama ini diakuisi PT Hanson International. Benny saat ini menjadi direktur utama Hanson International dan memiliki 8,57% saham di perseroan tersebut.

Atas dasar tersebut, proses akuisisi Mandiri Mega Jaya dinilai merupakan aksibackdoor listingBenny. Apalagi hampir 100% dana akuisisi PT Mandiri Mega Jaya ini berasal dari dana right issue sebesar Rp4 triliun dari total Rp4,6 triliun. Salah satu proyek pengembangan properti yang ditengah dilakukan yaitu proyek perumahan kelas menengah di kawasan Maja, Tangerang, Banten.

Dalam proyek pembangunan perumahan tersebut, perseroan bekerjasama dengan Grup Ciputra dengan lahan seluas 450 hektar yang diperkirakan senilai Rp8 - Rp9 triliun, dan proyek Bank Tabungan Negara (BTN) sebanyak 20 ribu unit senilai Rp2 triliun. “Kami hanya menyiapkan lahan saja. Proyek perumahan ini untuk kelas menengah ke bawah, ya harganya di kisaran Rp100 juta per unit karena masih murah juga harga tanah disana," jelasnya.

Selain mengakusisi PT Mandiri Mega Jaya (MMJ), manajemen perseroan mengaku akan terus fokus pada bisnis properti dengan merencanakan penambahan cadangan lahan atau land bank yang saat ini sebesar 3 ribu hektar (ha) yang berada di wilayah Jabodetabek. Pihaknya optimistis sektor perumahan tetap menjanjikan, menyusul besarnya angka kekurangan rumah (backlog) nasional sekitar 15 juta unit. Ekspansi di bidang properti ini diharapkan menopang pendapatan Hanson menjadi sekitar Rp 1 triliun pada 2014.

Rencananya, selain mengakuisisi sebuah perusahaan properti tersebut, perseroan akan menggaet Tan Kian dan perusahaan asing untuk membentuk usaha patungan baru. “Perusahaan asing yang saat ini sedang kami jajaki berasal dari Singapura,” ujarnya. (lia)