Jepang Tertarik Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Rabu, 12/03/2014

NERACA

Jakarta - Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengungkapkan adanya keterarikan investor Jepang untuk terlibat pada pembangunan kereta super cepat jarak jauh Jakarta-Surabaya. Rencananya pada proyek kereta cepat ini, investor Jepang bersedia menerapkan teknologi canggih, dengan jalur kereta yang dibuat melalui terowongan.

"Untuk Jakarta- Surabaya nanti lewat terowongan. Di sini investor Jepang siap membangun proyek ini high tech," ujar Mangindaan usai menghadiri dialog Kebangkitan Perkeretaapian Indonesia di Jakarta, Selasa (11/3).

Kendati sudah direncanakan adanya pembanguan proyek ini, tapi Mangindaan mengaku belum bisa menyebutkan sumber pendanaan untuk proyek tersebut, saat ini pemerintah masih membahasnya untuk sumber anggarannya. "Ini masih dibahas, apa menggunakan dana swasta atau mekanisme Public Private Partnership (PPP). Tapi mereka menyatakan sudah siap membangun kereta hi-speed," ungkapnya.

Tak cuma rute kereta cepat Jakarta-Surabaya, investor Jepang juga minat pada proyek kereta Jakarta-Bandung. Di mana pada proyek ini tidak ada kendala pembebasan lahan. “Semoga kedua proyek transportasi ini bisa dimulai dengan cepat sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” harapnya.

Sebelumnya,Direktur Jenderal Direktorat Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hermanto Dwiantmoko menuturkan, kereta cepat yang dicanangkan pemerintah masih dalam tahap studi kelayakan. dan konsep awal program ini dicanangkan adalah untuk menggabungkan dua kota besar. "Konsepnya ini menghubungkan dua kota besar langsung, Jakarta-Surabaya," katanya.

Hermanto mengungkapkan, kereta cepat Jakarta-Surabaya ini masih belum diputuskan mengenai rute yang harus ditempuh seperti apa. Namun, mengenai opsi-opsi seperti melewati beberapa kota antara Jakarta dan Surabaya bisa saja dilakukan. "Karena masih studi kelayakan, yang jepang maunya Jakarta-Surabaya, walaupun nanti bertahap ke Bandung belok, terus langsung ke Surabaya itu bisa saja," tambahnya.

Lebih lanjut Hermanto mengungkapkan, mengenai investasi untuk Direktorat Perkeretaapian telah menghitung bahwa total investasi untuk pembangunan kereta cepat sebesar Rp150 triliun.

Mengenai pembangunannya, Hermanto menyebutkan, pembangunan tersebut dapat diselesaikan dalam jangka waktu lima sampai enam tahun, dengan catatan tidak ada kendala dalam masa pembangunannya. "Pernah kita hitung Rp150 triliun, kurang lebih, dengan asumsi kalau lancar paling cepet 5-6 tahun, sekitar 700 km, kalau kecepatan 300 ya mungkin 2,5 jam," tutupnya. [agus]