Sinar Mas Land Hadirkan Perkantoran “Hijau” di BSD

NERACA

Tangerang – Sinar Mas Land telah meresmikan pembangunan proyek terbarunya di Bumi Serpong Damai (BSD) City yaitu Green Office Park 6 (GOP 6) yang ditandai dengan topping off ceremony. Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja mengatakan pembangunan proyek BSD GOP 6 merupakan jawaban dari Sinar Mas dalam memenuhi permintaan masyarakat terhadap kebutuhan gedung perkantoran yang nyaman dan berlokasi strategis.

“Proyek ini juga menjadi bukti komitmen kuat kamu untuk setia pada green district yang ramah lingkungan dan tentunya mendukung kelestarian alam di kawasan BSD City dan sekitarnya,” kata Michael yang ditemui di BSD, Tangerang, Selasa (11/3).

Ia menjelaskan Green Office Park 6 merupakan lot nomor 6 seluas 2 hektar, berada di kawasan green office park BSD City. Distrik perkantoran terbaru ini menjadi bagian dari kawasan BSD green office park, distrik pertama di Indonesia yang mendapat sertifikasi Gold Green District dari Building Construction Authority (BCA) - Singapura. “Pembangunan BSD GOP 6 sendiri mengacu akan pentingnya pelestarian lingkungan yang selalu menjadi komitmen Sinar Mas Land yang menjanjikan perpaduan aspek ramah lingkungan dengan suasana hijau nan alami dalam sebuah kawasan,” tuturnya.

Menurut Michael, tahap akhir pembangunan proyek BSD GOP 6 ditandai dengan acara topping of ceremony. Pembangunan gedung perkantoran tersebut dilaksanakan sesuai dengan rencana yaitu dimuali pada kuartal III tahun 2013 dan diharapkan rampung serta dapat beroperasi pada kuartal IV 2014.

“Proyek BSD GOP 6 ini akan mengacu pada konsep green distrik sebagai usaha Sinar Mas Land untuk memenuhi komitmen dalam pelestarian lingkungan. Hal ini berarti semua bangunan akan dibangun melebihi 5 lantai, memiliki Koefisien Dasar Bangunan (KDB) 25-35%, serta memiliki fasilitas pengolahan air dan sampai sesuai dengan standar dari green distrik,” ucapnya.

Dalam kawasan ini sendiri akan dibangun 9 gedung perkantoran dan sebuah mall khusus food and baverages yang memiliki fitur-fitur green yakni microclimate optimization, green transport and integrated parking serta sustainable management practice.

Chief Executive Officer Asset Management Sinar Mas Land, Teky Mailoa menjelaskan bahwa fitur-fitur green tersebut akan diaplikasikan dalam proyek GOP 6, gedung perkantoran yang dibangun dengan menggunakan dinding dan atas hijau yang tentunya ramah lingkungan.

Teky menambahkan dalam kawasan BSD GOP 6 akan tersedia jalur sepeda dan jalur pejalan kaki yang terlindung sepanjang jalan utama, fasilitas parkir sepeda, shower room, shuttle bus distrik yang khusus dalam distrik serta lahan parkir yang terintegrasi.

Ditambahkan Teky, BSD green office juga menawarkan fasilitas terbaik dengan fitur ramah lingkungan yang didukung oleh desain, konstruksi, pengelolaan serta pemeliharaan yang sustainable. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk konservasi energi melalui efisiensi air, sistem pencahayaan yang hemat listrik karena menggunakan lampu ED serta praktek daur ulang sampah dan limbah yang ramah lingkungan. Kawasan ini juga sangat memperhatikan arsitektur lensekap serta pentingnya pelestarian ruang hijau.

Sementara itu, Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land menuturkan praktek sustainable management ini akan membuat umur bangunan semakin panjang dan memiliki daya tahan yang tinggi serta biaya pemeliharaan dan operasional yang rendah, menghemat biaya dalam jangka waktu lama serta meningkatkan tanggungjawab antas lingkungan dan sosial.

Ishak menambahkan dengan adanya udara yang sehat serta lingkungan yang bersih juga berimbas pada produktivitas kerja karyawan karena kesehatannya terjaga. Hal ini tentu dapat mempengaruhi kinerja perusahaan yang akan semakin meningkat.

Tetap Berkembang

Sebelumnya, dalam pemaparan Sinar Mas Land – PT. Bumi Serpong Damai Tbk. Outlook 2014, Ishak Chandra, menyatakan bahwa kondisi Indonesia masih jauh dari Gelembung Properti. Berdasarkan pada Indikator ekonomi Indonesia yang positif, seperti inflasi, nilai tukar, PDB dan fundamental investor sendiri maka kekhawatiran tersebut masih jauh. Ditambahkan oleh Ishak, bahwa investor Indonesia memiliki dana keuangan yang lebih baik, sehingga apabila terjadi penyusutan, maka asset tidak akan dijual namun dipertahankan, dengan demikian harga masih bisa di tahan namun tidak menurun.

Kedepannya, Ishak menilai bahwa Indonesia masih menjadi tujuan utama investasi di Asia. Data ekonomi Indonesia cukup kondusif, tak heran Sinar Mas Land sendiri juga secara khusus akan memperhatikan dan mengembangkan berbagai proyek perkantoran, kondomonium, kawasan Industri, ritel dan perumahan di Jakarta pada 2014. Mungkin melambat disbanding tahun sebelumnya, namun tetap tumbuh, tambah Ishak.

BERITA TERKAIT

Telkomsel Targetkan Bisa Kontribusi 50% - Hadirkan Layanan Maxstream

NERACA Jakarta – Tingkatkan layanan kepada pelanggan, Telkomsel memperkenalkan aplikasi layanan video on demand Maxstream. Layanan terbaru milik Telkomsel tersebut…

XL Hadirkan Informasi Mudik Format Digital - Gandeng Kementerian Perhubungan

NERACA Jakarta - Solusi digital menawarkan beragam manfaat bagi berbagai instansi pemerintah dalam memaksimalkan layanan kepada masyarakat. Salah satunya adalah…

APP Sinar Mas Tambah Investasi US$ 3,8 Juta - Wujudkan Asian Games Bebas Karhutla

Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas telah berkomitmen untuk mendukung penuh upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas api dan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Pasar Domestik - Legislator Minta Presiden Kendalikan Data Pangan Indonesia

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi meminta Presiden Joko Widodo mengendalikan secara langsung data…

Perdagangan Internasional - Indonesia Berhasil Raih Peluang Ekspor di Bordeaux

NERACA Jakarta – Pengusaha Indonesia bersama dengan KBRI Paris berhasil meraih peluang ekspor ke pasar Prancis melalui kegiatan Forum Bisnis…

KBRI Promosi Produk Makanan Indonesia di Tunisia

NERACA Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunis memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk makanan Indonesia pada pameran industri makanan dan…