Jasamarga Bagikan Dividen Rp 520 Miliar

Rabu, 12/03/2014

NERACA

Jakarta –Berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun di tahun 2013, PT Jasamarga Tbk (JSMR) akan membagikan dividen kepada pemegang saham dengan alokasi dana sekitar Rp 520 miliar. Rencana tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham.

Direktur Utama PT Jasamarga Tbk, Adityawarman mengatakan, berdasarkan hasil rapat umum (RUPS) pemegang saham menyetujui untuk membagikan dividen atau sekitar 40% dari laba bersih tahun 2013,”

"Dalam rapat umum pemegang saham dibahas delapan agenda termasuk pengesahan laporan keuangan perseroan dan pembagian dividen dari 40% laba bersih atau per lembar saham Rp78,6,”ujarnya di Jakarta, Selasa (11/3).

Aditya mengatakan, dari total laba bersih tersebut, akan digunakan sebagian untuk simpanan wajib sebesar 25% atau mencapai Rp325 miliar. Sedangkan sisanya setelah dikurangi dividen dan simpanan wajib, masih ada Rp755,69 miliar atau sekitar 58,31% akan digunakan untuk simpanan lain-lain.

Selain itu, tahun ini perseroan berencana menerbitkan surat utang atau obligasi sebesar Rp 1 triliun. Nantinya, dana tersebut akan digunakan perseroan untuk mendanai ekspansi bisnis dan pengembangan jalan tol.

Kata Direktur Jasa marga Reynaldi Hermansjah, penerbitan surat utang akan direalisasikan pada akhir kuartal III atau awal kuartal IV tahun ini, dengan suku bunga yang lebih menarik dibanding sebelumnya. Lanjutnya, dana hasil penerbitan obligasi ini, perseroan akan menggunakannya untuk melunasi utang obligasi sebelumnya senilai Rp700 miliar. Obligasi tersebut akan jatuh tempo pada September 2014. Utang obligasi yang akan jatuh tempo tersebut merupakan bagian dari penerbitan obligasi tahap I tahun 2013 seri S dengan nilai mencapai Rp2,1 triliun.

Untuk obligasi seri A, perseroan menerbitkannya dengan nominal Rp700 miliar. Oligasi ini memiliki tingkat bunga tetap 8,40% dan berjangka waktu 370 hari. Sedangkan untuk obligasi seri B, Jasa Marga menerbitkannya dengan nominal Rp400 miliar dan tingkat bunga tetap sebesar 8,70% per tahun, dengan jangka waktu selama tiga tahun.

Sementara untuk obligasi seri C, perseroan menerbitkannya sebesar Rp1 triliun, dengan jangka waktu lima tahun dan memiliki tingkat bunga tetap sebesar 8,90% per tahun. Lebih lanjut dia mengatakan, obligasi yang pernah diterbitkan sebelumnya menggunakan skema penawaran umum berkelanjutan, dari total nilai Rp5,85 triliun. Artinya perseroan masih memiliki kesempatan untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan tahap II, mengingat masih besarnya ruang dari penebritan obligasi sebelumnya.

Disamping itu, perseroan juga menyatakan kesiapannya apabila ditunjuk pemerintah untuk terlibat dalam pengerjaan megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Mengingat besarnya nilai investasi mencapai Rp200 triliun serta besarnya peran jembatan yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa tersebut bagi kepentingan masyarakat, menjadi alasan utama mengapa perlu ada keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam megaproyek tersebut.

Asal tahu saja, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta rajasa pernah bilang, pembangunan JSS akan tetap berjalan meski terjadi pergantian pemerintahan. Sementara Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto akan segera membentuk Badan Pelaksana pembangunan JSS. Pembangunan JSS dipastikan tidak akan menggunakan APBN.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan lima BUMN untuk menggarap proyek mercusuar dengan panjang 30 kilometer tersebut, yakni PT Adhi Karya Tbk, PT Hutama Karya Tbk, PT PP Tbk, PT Wakita Karya Tbk dan PT Wijaya Karya Tbk. (bani)