Indonesia-Selandia Baru Kerja Sama Pendidikan Bisnis

Perkuat Hubungan

Selasa, 11/03/2014

NERACA

Jakarta - Pendidikan merupakan hal penting dalam mencetak tenaga kerja yang bisa diandalkan untuk masa depan perekonomian Indonesia. Pemerintah Selandia Baru menyambut baik para siswa Indonesia sebagai elemen penting yang memperkuat hubungan antara Selandia Baru dan Indonesia.

"Pendidikan memerankan atau memainkan peran utama dalam membentuk hubungan antara kedua negara. Hubungan kedua negara harus ditingkatkan melalui sektor manapun termasuk pendidikan sehingga kerja sama yang lainnya seperti perdagangan maupun industri dapat juga ditingkatkan," kata Direktur Regional Asia Tenggara untuk Selandia Baru, Izak Human di Kedutaan Besar Selandia Baru Jakarta, Senin (10/3).

Dia pun mengatakan bagi mahasiswa maupun pengusaha yang ingin menimba ilmu di Selandia Baru dapat memanfaatkan kerja sama ini sehingga bisa mendapatkan ilmu yang mereka inginkan, seperti ilmu berbisnis. Di Selandia Baru terdapat lima lembaga pendidikan yang berbasis bisnis sehingga pengusaha atau mahasiswa akan mendapatkan ilmu berbisnis yang baik dan tepat.

"Dengan mendapatkan ilmu bisnis ini maka akan menambah ilmu berbisnis sehingga bisa mencetak tenaga kerja yang baik, bahkan bisa berguna dalam menumbuhkan perekonomian Indonesia untuk ke depannya," ujar dia.

Dia pun mengungkapkan Selandia Baru merupakan negara dengan tingkat pendidikan berbisnis yang terbaik sehingga pengusaha ataupun profesionalisme bisa menimba ilmu di sana. Apalagi kerja sama bisnis antara Selandia Baru dan Indonesia sedang berkembang dan tumbuh, dan salah satunya melalui sektor pendidikan ini yang bisa menopang kerjasama bisnis kedua negara.

"Selain menjalin kerja sama melalui pendidikan, akan sekaligus menjalin kerja sama bisnis antara kedua negara di mana pengusaha maupun dunia industri yang akan menimba ilmu di Selandia Baru akan melakukan project-project dengan perusahaan di Selandia Baru dan akan bisa berdampak kepada dunia industri di Indonesia setelah selesai menimba ilmu," ungkap Izak.

"Kami mendorong kerjasama antara kedua negara ini dengan membentuk suatu pendidikan yang bermanfaat bagi keduanya, khususnya sektor bisnis," tambahnya.

Dia pun program beasiswa kompetitif dan kesempatan untuk bekerja semasa belajar secara legal merupakan dua tanda peningkatan kesempatan pendidikan Selandia Baru bagi para siswa Indonesia. Menjelang dua pameran pendidikan Selandia Baru di Surabaya dan Jakarta pada tanggal 15 dan 16 Maret mendatang, mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di luar negeri akan mengetahui bahwa Selandia Baru menawarkan paket lengkap berupa kualitas pendidikan yang tinggi dan pengalaman belajar yang pribadi, gaya hidup yang menyenangkan dan kualifikasi pendidikan yang memberikan dasar untuk membantu kelulusan mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.

"New Zealand ASEAN Scolarship (NZAS) yang sangat diminati terbuka untuk pelamar yang menunjukkan keunggulan akademik dan potensi kepemimpinan, mendukung program Master dan Doktoral (PhD) di Selandia Baru. Kemudian pendaftaran akan ditutup pada tanggal 22 April 2014," papar dia.

Tahun lalu, lanjut Izak, lebih dari 400 permohonan diterima, untuk 50 New Zealand ASEAN Scholarship. Dia juga mangatakan bahwa sejak pameran pendidikan Selandia Baru yang terakhir, Pemerintah Selandia Baru telah mengumumkan perubahan pada kebijakan mengenai hak kerja yang mengizinkan para siswa internasional untuk bekerja semasa belajar, memungkinkan mereka untuk melatih bahasa Inggris dan memperoleh pengalaman kerja yang beharga.

"Para siswa yang terdaftar pada Program Pasca Sarjana dan Doktoral berbasis penelitian atau riset diperbolehkan bekerja sebanyak yang mereka kehendaki dan para siswa program penuh waktu juga diperbolehkan bekerja sampai dengan 20 jam per minggu semasa belajar dan sampai dengan 40 jam per minggu semasa liburan. Para siswa yang mengambil program bahasa inggris dengan minimum durasi 14 minggu di lembaga pendidikan yang bermutu tinggi juga diperbolehkan bekerja," kata dia.

Izak juga menjelaskan bahwa delegasi senior dari Unversity of Auckland juga akan berada di Indonesia pada saat pameran pendidikan. Dan bagian penting dari kunjungan adalah untuk bertemu dengan calon peserta beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), menerima para dosen atau pengajar ke dalam program Doktoral (philosophy doctore/PhD) mereka dan menawarkan tambahan, pelatihan bahasa Inggris intensif bersama dengan beasiswa.

"Sebagaimana University if Auckland, hampir 30 Institusi Pendidikan berada di Indonesia untuk pameran ini. Para siswa dan keluarga mereka didorong untuk datang menemui perwakilan dari berbagai Universitas, Institut Teknologi dan Politeknik, Institut Swasta dan juga Sekolah Menengah Pertama dan Atas dari Selandia Baru," tandasnya. [mohar]