Obligasi Jatuh Tempo Adira Rp439 Miliar

Selasa, 11/03/2014

NERACA

Jakarta- PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) tercatat memiliki surat utang atau obligasi yang akan jatuh tempo sebesar Rp439 miliar. Obligasi tersebut merupakan obligasi berkelanjutan II Adira Finance Tahap I Tahun 2013 dengan tingkat Bunga Tetap Seri A. Informasi tersebut disampaikan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (10/2).

Sesuai prospektus, obligasi berkelanjutan II Adira Finance Tahap I Tahun 2013 dengan tingkat Bunga Tetap Seri A dengan nilai emisi sebesar Rp439 miliar ini akan jatuh tempo pada 11 Maret 2014. Oleh karena itu, terhitung tanggal tersebut, obligasi tersebut tidak lagi dapat diperdagangkan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dan atau dilaporkan perdagangannya melalui sarana yang disediakan oleh BEI.

Pelunasan pokok obligasi dan atau pembayaran bunga obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku agen pembayaran atas nama emiten sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan yang diatur dalam perjanjian Agen pembayaran kepada pemegang obligasi melalui pemegang rekening sesuai jawal waktu pembayaran masing-masing.

Diketahui, perusahaan multifinance ini berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan yang nilainya mencapai Rp 4 triliun, guna mendukung sejumlah ekspansi usaha di tahun ini. Direktur Keuangan Adira, I Dewa Made Susila mengatakan, peluncuran penerbitan obligasi ini dimaksudkan untuk mendongkrak pembiayaan bisnis perusahaan dalam jual beli kendaraan bermotor roda dua dan empat.

Adapun dalam pelaksanaannya nanti, obligasi ini akan diterbitkan dalam dua tahap masing-masing Rp 2 triliun. Untuk tahap awal, obligasi akan diterbitkan pada kuartal kedua tahun 2013. "Ini untuk pembiayaan mobil, motor baru dan bekas. Tahun ini kami membutuhkan pendanaan untuk pembiayaan sedikitnya Rp 5 triliun," katanya.

Selain menerbitkan obligasi, perseroan juga tengah membidik pinjaman sindikasi US$200 juta yang bakal disebar ke beberapa negara Asia dan Timur Tengah. "Sindikasi sedang berjalan, nanti dipasarkan di Jepang, Taiwan, Singapura dan Timteng," jelas dia.

Adira juga tengah melakukan perencanaan pinjaman bilateral dengan empat perbankan. Namun, pihaknya belum dapat menyebutkan secara detail besaran pinjaman dan bank apa yang tengah dibidik. "Bank lokal dan asing. Kita pinjam kalau kebutuhan pembiayaan naik," pungkasnya. (lia)