Kinerja Reksa Dana Saham Bakal Menguat - Hingga Akhir Kuartal Pertama

NERACA

Jakarta – Mendekati Pemilihan Umum (Pemilu) April mendatang, indeks harga saham gabungan (IHSG) diyakini berpotensi tembus hingga 5000 dan kondisi ini, tentunya memberikan dampak positif karena akan mengerek keuntungan reksa dana saham.

Bahkan analis PT Infovesta Utama Vilia Wati memprediksikan, instrumen investasi reksa dana masih akan memberikan imbal hasil (return) menarik pada bulan ini. Dengan demikian, kinerja reksa dana mengakhiri kuartal I tahun ini dengan potensi lebih baik,”Meski masih ada potensi fluktuasi pada reksa dana saham, campuran dan pendapatan tetap pada bulan ini, namun kecenderungannya adalah menguat,”ujarnya di Jakarta, Senin (10/3).

Menurutnya, mayoritas jenis reksa dana masih akan diminati oleh investor disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko investor. Meski demikian dari sisi kinerja, reksa dana saham berpotensi mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan jenis lainnya di kuartal I/2014.

Adapun faktor yang akan mempengaruhi kinerja reksa dana pada penghujung kuartal I tahun ini adalah rilis indikator makro ekonomin domestik maupun global serta rilis laporan keuangan emiten akhir tahun lalu.Sementara sejak awal tahun hingga akhir Februari 2014, return rata-rata reksa dana mencatat kinerja positif. Berdasarkan data PT Infovesta Utama, dengan return rata-rata Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode itu sebesar 8,10%, return rata-rata reksa dana saham mencapai 9,99%.

Sementara return rata-rata reksa dana campuran sebesar 5,74% dan pendapatan tetap 1,28%. Namun jika dibanding periode yang sama tahun lalu, menurut Vilia, kinerja reksa dana tahun ini di bawah tahun lalu,”Secara umum meski indeks reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap mencatatkan kinerja positif, pencapaian tersebut tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, kecuali untuk reksa dana pendapatan tetap," tutur dia.

Kata Vilia Wati, positifnya kinerja reksa dana sepanjang periode tersebut didukung kelanjutan pengurangan stimulus oleh Bank Sentral Amerika Serikat, surplus neraca perdagangan Indonesia di Desember 2013, menguatnya nilai tukar rupiah di Februari tahun inin dan inflasi yang masih terkendali,”Selain itu, juga ditopang berlanjutnya aliran dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia,"ujarnya.

Tercatat, return rata-rata IHSG pada periode yang sama 2013 sebesar 11,10%, return rata-rata reksa dana mencapai 10,58%, reksa dana campuran sebesar 6,82%. Sedangkan pendapatan tetap hanya 0,84%. Selain itu, PT Invofevesta merilis dari sejumlah reksa dana yang diriset, tercatat 15 reksa dana saham dengan return rata-rata terbaik sepanjang bulan Januari dan Februari tahun ini, diantaranya Pratama Saham memberikan return rata-rata 17,28%, NISP Indonesia Sector Leader memberikan return rata-rata 16,60%, Pratama Equity memberikan return rata-rata 16,24% dan Dana Pratama Ekuitas memberikan return rata-rata 16,41%. (bani)

Related posts