KEB Hana Bersiap Tingkatkan Target di 2014 - Merger Disetujui OJK

NERACA

Jakarta - PT Bank KEB Hana berencana akan meningkatkan target pada tahun ini. Untuk dana pihak ketiga (DPK) misalnya, ditargetkan tumbuh sebesar 25% atau menjadi Rp9,6 triliun pada akhir 2014, dari sebelumnya sebesar Rp7,7 triliun di 2013. Selain itu, pertumbuhan kredit perseroan juga diproyeksikan meningkat 27% atau Rp12,8 triliun dari sebesar Rp9,8 triliun pada tahun lalu. Adapun total aset Bank KEB Hana ini turut meningkat menjadi Rp13,2 triliun di 2013, di mana aset milik Bank KEB Indonesia Rp5,9 triliun dan Bank Hana senilai Rp8,6 triliun.

Direktur PT Bank KEB Hana, Bayu Wisnu Wardhana menuturkan, target tersebut tidak terlepas dari hasil merger atau penggabungan Bank KEB Indonesia dengan Bank Hana. Meskipun telah merger, dia menegaskan bahwa sektor bisnis keduanya tidak akan berubah.

“Bank Hana akan memfokuskan pada bisnis SME (small medium enterprises) atau usaha kecil menengah dan korporasi perusahaan Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia, termasuk karyawan atau tenaga kerja Indonesia. Kami lebih ke transaksi payroll maupun pinjaman. Sedangkan Bank KEB Indonesia menyasar pada transaksi keuangan internasional seperti treasury, forex dan trade finance,” ujar Bayu, di Jakarta, Senin (10/3).

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, perseroan juga akan menambah kantor cabang yang akan difokuskan di kota-kota besar, khususnya luar Pulau Jawa. Pasalnya, hingga saat ini, perseroan baru terfokus di Pulau Jawa saja yang jumlahnya mencapai 40 kantor cabang. Menurut Bayu, pada tahun ini perseroan akan membuka kantor cabang di Sumatera Utara, Lampung dan Sulawesi Selatan.

“Kami berencana akan membuka 10 kantor cabang tahun 2014. Jadi totalnya 50 kantor cabang. Investasi mendirikan satu kantor cabang antara Rp2 miliar-Rp2,5 miliar. Sedangkan jumlah kantor cabang saat ini tersebar di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan jumlah ATM mencapai 39 ATM yang sudah terkoneksi dengan jaringan Prima dan Alto,” terangnya.

Dengan demikian, Bayu optimistis hasil merger keduanya akan melahirkan bank asal Korea Selatan terbesar di Indonesia, baik dari sisi aset maupun jumlah jaringan cabang. Setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank KEB Indonesia telah resmi bergabung dengan Bank Hana sesuai dengan surat persetujuan OJK tertanggal 11 Februari 2013.

Merger yang dilakukan juga dalam rangka mematuhi regulasi yang berlaku di Indonesia mengenai single presense policy. Pada aturan tersebut seluruh bank di bawah satu kepemilikan wajib melakukan penggabungan usaha. Pascamerger, komposisi dari pemegang saham akan berubah, yaitu KEB Korea memiliki 49,8%, Hana Bank Korea 37%, International Finance Corporation (IFC) 9,9%, Bambang Setijo 2,5%, dan Clemont Finance Indonesia 0,5%. [ardi]

Related posts