Menperin: Foxconn Jangan Tunda Bangun Pabrik

Perjanjian Kerjasama Ekonomi

Selasa, 11/03/2014

NERACA

Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah memberikan izin prinsip bagi produsen komponen telepon seluler (ponsel) asal Taiwan, Foxconn, untuk mulai menanamkan modalnya di Indonesia. Menteri Perindustrian MS Hidayat berharap perusahaan tersebut segera merealisasikan investasinya dengan membangun pabrik ponsel seperti yang dibicarakan selama ini.

"Kalau saya sih mintanya dari kemarin dia mestinya (investasi), karena kebutuhan kita untuk investasi itu sudah sejak tahun lalu. Karena Foxconn atau siapapun, kita ingin investment-nya disini bekerja sama dengan lokal," ujarnya di Jakarta, Senin (10/3).

Hidayat mengatakan, dengan masuknya investasi dari Foxconn, akan menjadi pengganti dari masuknya produk ponsel asal luar negeri yang selama ini membanjiri Indonesia. "Karena (investasi Foxconn) untuk mendapatkan barang substitusi impor, yang sejak tahun lalu untuk ponsel dan berbagai gadget itu kita minimum mengimpor 75 juta unit dan itu sangat tidak baik bagi pertumbuhan industri dan juga bagi devisa kita," jelasnya.

Dia juga mengatakan bahwa dengan semakin banyaknya produsen ponsel yang menanamkan investasinya di Indonesia kedepannya, pemerintah juga akan mengatur ulang soal tata niaga impor ponsel agar Indonesia tidak terus menjadi sasaran empuk impor ponsel asing sekaligus melindungi investor yang telah menanamkan modalnya di dalam negeri.

"Iya pasti (pengaturan tata niaga impor ponsel). Pasti sektor yang kita butuhkan, kalau dia masuk, dia tidak akan kita biarkan untuk investasi dengan rugi. Begitu dia (investor) berunding, kita akan bicarakan, itu pasti," katanya.

Sementara itu, mengenai insentif apa saja yang akan diberikan oleh pemerintah kepada para investor, Hidayat menyatakan hal ini akan disesuai dengan kesepakatan bersama. "Pokoknya setiap sektor industri yang dibutuhkan oleh Indonesia untuk investasi dan dia mau masuk, ,pasti kita bisa berunding bagaimana cara kita mendapatkan kesepakatan untuk insentif dan sebagainya," tandas Hidayat.

Perusahaan elektronik mitra Apple, Foxconn, telah menandatangani letter of intent yang menjanjikan investasi hingga 1 miliar dolar AS di Indonesia. Investasi semiliar dolar itu akan dikeluarkan Foxconn dalam tiga hingga lima tahun, dan akan meliputi bidang-bidang termasuk R&D (research and development), desain software elektronik, manufaktur, dan perakitan produk-produk elektronik, menurut Cult of Mac dalam laporannya.

Investasi akan difokuskan di Jakarta dengan alasan provinsi itu memiliki infrastruktur lebih baik dibanding wilayah-wilayah lain di Indonesia. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya diversivikasi portfolio produk Foxconn, setelah berkurangnya pangsa pasar di China.

Pada Mei 2013, pesaingnya di China, Pegatron, telah mengambil alih sebagian bisnis Apple yang selama ini ditangani Foxconn. Tahun lalu Foxconn mengumumkan rencana untuk mengeluarkan US$ 30 juta untuk manufaktur dan fasilitas research di Amerika Serikat. Sekarang ini perusahaan itu memiliki fasilitas produksi di lebih 10 negara, termasuk Vietnam, Brazil, dan Meksiko.

Realiasasi Investasi

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Terry Gou, Chairman and CEO Foxconn Technology Group. Kerja sama ini dalam rangka merealisasikan pembuatan pabrik sebagaimana telah disampaikan Jokowi sejak lama.

Gou mengatakan, sebelum membuat kesepakatan ini, dia telah melihat kinerja positif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pembangunan Jakarta selama ini. Jokowi beserta jajarannya juga dinilai sanggup dalam memenuhi kerja sama tersebut. "Nanti DKI akan membantu dalam bidang infrastruktur dan perizinan. Kita juga akan bantu menyediakan lahan. Totalnya 200 hektar, tapi untuk awalnya 20 hektar dulu," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa kesepakatan ini merupakan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta, badan usaha milik negara, dan swasta. Perkiraan total investasi Foxconn ini sekitar 1 miliar dollar AS. Lahan yang akan digunakan untuk membangun pabrik berada di daerah Marunda, Jakarta Utara."Ini merupakan investasi yang diinginkan Pak Jokowi. Selain itu, investasi ini bisa membuka peluang kerja bagi warga Marunda," kata Wali Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono.

Foxconn akan kembali ke Jakarta pada April 2014 untuk melanjutkan kesepakatan yang telah dilakukan dengan Pemprov DKI ini. Rencananya, Foxconn akan melakukan investasi selama tiga sampai lima tahun mendatang.

Foxconn merupakan perusahaan manufaktur elektronik yang berbasis di Taiwan. Foxconn punya pengalaman panjang dalam industri manufaktur produk teknologi. Mereka melayani perakitan produk dari Sony, HTC, Nintendo, hingga Apple yang menjadi pelanggan terbesar.