Pemerintah Mulai Melirik Potensi Energi Laut

Senin, 10/03/2014

NERACA

Jakarta - Wilayah laut Indonesia memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan, salah satunya sebagai sumber energi listrik. Meski sejumlah penelitian mengenai pemanfaatan potensi laut untuk kebutuhan energi sudah lama dilakukan, namun hal itu sama sekali belum mendapat perhatian untuk dikembangkan.

"Bahkan dalam tataran kebijakan pun, cetak biru pengelolaan energi nasional mengatur semua juga energi, kecuali energi laut. Pemerintah sampai dengan tahun 2010 tidak mengakomodasi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya energi laut," ujar anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Mukhtasor, di Jakarta, Sabtu (8/3) pekan lalu.

Melihat potensi tersebut, pemerintah mulai menaruh perhatian untuk memanfaatkan laut sebagai sumber energi. Hal itu tertuang dalam Peta Potensi Energi Laut 2014 yang telah diluncurkan. "Saya mengapresiasi mulai tahun ini Kementerian ESDM telah memecahkan telor, menandai keseriusan pengembangan energi laut melalui peluncuran Peta Potensi Energi Laut 2014 dan mempersiapkan pilot percontohan yang akan tersambung ke jaringan listrik," kata Mukhtasor.

Selanjutnya, Mukhtasor mengatakan, energi laut memiliki manfaat sangat besar bagi ketahanan energi nasional. "Pengembangan energi laut sebagai salah satu solusi dalam menghadapi tantangan ketahanan dan kemandirian energi nasional," ungkapnya. Meski demikian, terang Mukhtasor, dibutuhkan upaya dan kerja keras untuk dapat memanfaatkan potensi laut. Hal itu sudah dijalankan dalam jangka waktu terbilang lama.

"Seiring dengan kerja keras dan keuletan para pelaku dan pengembang energi laut Indonesia, akhirnya di awal 2014 ini telah dihasilkan berbagai capaian nasional yang signifikan di bidang energi laut," paparnya.

Proyek pemanfaatan energi laut tertuang dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional yang telah disetujui oleh DPR menjadi PP. Kebijakan ini mengakomodir pengembangan energi laut melalui pilot percontohan, peluncuran peta energi nasional.

Selain itu, PP ini juga memuat rencana pembangunan program rintisan berupa pembangkit listrik tenaga arus laut dengan kapasitas tiga megawatt (MW). Selain itu, kebijakan ini juga akan menginisiasi kerjasama internasional program percontohan pembangunan pembangkit kapasitas 10 ribu MW. [agus]