Bank DKI Jadi Tempat Pembayaran Pajak Favorit

NERACA

Jakarta - Sepanjang 2013, Bank DKI menerima pembayaran pajak di DKI Jakarta sebesar Rp22,472 triliun. Jumlah ini merupakan 96,07% dari seluruh penerimaan pajak di DKI Jakarta. “Hal ini menandakan bahwa Bank DKI tetap menjadi pilihan masyarakat dan dunia usaha DKI Jakarta dalam melakukan pembayaran pajak dan retribusi,” demikian disampaikan Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, di Jakarta, Jumat (7/3) pekan lalu.

Lebih lanjut Eko Budiwiyono menuturkan bahwa penerimaan pembayaran pajak di Bank DKI didominasi oleh penerimaan pajak kendaraan bermotor sebesar Rp11,775 triliun disusul penerimaan pajak BPHTB sebesar Rp3,415 triliun, Pajak Hiburan termasuk Pajak Hotel dan Pajak Restoran sebesar Rp2,742 triliun dan PBB P2 sebesar 2,906 triliun.

Untuk tahun ini, Bank DKI menargetkan peningkatan penerimaan pembayaran pajak daerah DKI Jakarta ini sejalan dengan target Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang menaikkan target penerimaan pajak tahun 2014 mencapai Rp32,5 triliun, atau melonjak signfikan sebesar 43,8% atau sebesar Rp9,9 triliun dibandingkan penerimaan tahun 2013 sebesar Rp22,6 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, jelas Eko, Bank DKI bersama Badan Pengelola Keuangan Daerah, Dinas Pelayanan Pajak DKI, dan Dinas Komunikasi dan Informasi DKI Jakarta akan melakukan sinergi pelayanan terpadu dalam bentuk pelayanan satu pintu yang ada di tingkat kecamatan dan tingkat walikota.

Bank DKI juga akan melakukan pengembangan sistem host to host, ATM Bank DKI dan kedepannya dapat dilakukan melalui internet banking dan cash management system. Pembayaran penerimaan pajak juga dapat dilaksanakan di seluruh kantor layanan Bank DKI yang telah menjangkau hingga tingkat kecamatan dan juga di KPP Pratama yang tersebar di DKI Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary Bank DKI, Zulfarshah menuturkan bahwa Bank DKI akan aktif melakukan program promosi dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran warga DKI Jakarta dan pelaku dunia usaha dalam membayar pajak. “Kami juga menghimbau kepada warga DKI Jakarta untuk melakukan transaksi pembayaran pajak di outlet dan ATM Bank DKI” ujar Zulfarshah. [kam]

BERITA TERKAIT

Masalah Kejiwaan di DKI Didominasi Tekanan Ekonomi

Penyebab timbulnya masalah kejiwaan atau gangguan kesehatan mental di DKI Jakarta didominasi oleh tekanan ekonomi dan situasi sosial keluarga."Penyebab paling…

Dilema Utang vs Pajak

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Ketika melihat data keseimbangan primer atau kemampuan pemerintah membayar utang di dalam…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

10 LKM Syariah Kantongi Izin dari OJK

  NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin operasi sepuluh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM Syariah) yang diharapkan…

BTN Ajak Mahasiswa jadi Entrepreneur Properti

  NERACA Yogyakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. siap mengawal para mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda handal di bidang properti…

Bank Muamalat Resmikan Unit Program Social Trust Fund Di Bali

  NERACA Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) secara resmi memperkenalkan Unit Program Social Trust Fund (STF)…