Indomobil Suntik Modal ICP Rp17 Miliar

Perkuat Bisnis Otomotif

Senin, 10/03/2014

NERACA

Jakarta- Anak usaha PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), PT Indomobil Cahaya Prima (ICP) memperkuat modalnya menjadi Rp17 miliar. Peningkatan modal tersebut dilakukan melalui penambahan saham yang disetujui para pemegang saham. “Peningkatan modal menjadi sebesar Rp17 miliar terbagi atas 17.000 saham, masing-masing saham dengan nilai nominal sebesar Rp1 juta.” kata Direktur PT Indomobil Suskes Internasional Tbk, Alex Sutisna di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Saham tambahan yang timbul sebagai akibat dilaksanakannya peningkatan modal yang berjumlah 7.000 saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp7 miliar, menurut dia, diambil bagian oleh para pemegang saham ICP secara proporsional sesuai dengan persentase kepemilikan saham masing-masing. Diketahui, modal ditempatkan dan disetor anak usaha IMAS ini semula hanya tercatat sebesar Rp10 miliar, terbagi atas 10.000 saham.

Kepemilikan saham IMAS dalam anak perusahaan tersebut secara tidak langsung adalah sebesar 49,20% saham. Selain ICP, emiten yang bergerak di sektor otomotif ini juga memiliki saham pada PT Wahana Inti Selaras (“PT Wisel”). Melalui PT Wisel, perseroan mendirikan perusahaan baru, PT Indo Global Traktor yang diharapkan dapat mendukung bisnisnya.

Perusahaan baru tersebut bergerak di bidang usaha perdagangan, perindustrian, perbengkelan, pengangkutan, dan jasa. Adapun komposisi kepemilikan sahamnya, PT WISEL memiliki sebesar 51% dan Lauw Lie In sebesar 49%. Diketahui, selain distributor penjualan kendaraan, bisnis utama perseroan juga meliputi jasa pembiayaan, perakitan kendaraan bermotor, produsen komponen otomotif, dan kelompok usaha pendukung lainnya. Beberapa merek yang dikelola perseroan antara lain Audi, Foton, Great Wall, Hino, Kalmar, Liugong, Manitou, Nissan, Renault, Suzuki, dan Volkswagen.

Namun, meski tercatat cukup ekspansif, kinerja IMAS pada tahun lalu masih kurang menggembirakan. Perseroan mencatatkan penurunan laba bersih sekitar 33% pada tahun 2013 menjadi Rp 532,46 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 801,73 miliar. Hal tersebut lantaran besarnya beban pokok yang harus ditanggung emiten otomotif ini.

Tercatat, pendapatan yang dikantongi perseroan pada tahun 2013 mengalami peningkatan sekitar 1,5% menjadi Rp 20,09 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 19,78 triliun. Namun, kenaikan pendapatan tersebut diiringi naiknya beban pokok pendapatan sebesar 1,6% menjadi Rp 17,6 triliun dari tahun sebelumnya sebelumnya sebesar Rp 17,33 triliun.

Adapun beban penjualan mengalami peningkatan sekitar 15% menjadi Rp 1,14 triliun pada tahun 2013 dari tahun sebelumnya sebesar Rp 991,52 miliar. Sementara beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar 22% menjadi Rp 978,45 miliar dari sebelumnya Rp sebesar 798,66 miliar. (lia)