Pan Brother Bangun Tujuh Pabrik Baru

Targetkan Pendapatan Tumbuh 30%

Senin, 10/03/2014

NERACA

Jakarta - Ditengah tertatih-tatihnya industri tekstil dan garmen dalam negeri terhadap serbuan barang impor dan melemahnya daya saing dengan produk luar, rupanya masih ada keyakinan dari PT Pan Brother Tbj (PBRX) untuk mencetak pertumbuhan penjualan dan laba di tahun politik saat ini.

Corporate Secretary PT Pan Brother Tbk Iswar Deni mengatakan, pihaknya mengincar pertumbuhan pendapatan sampai akhir tahun meningkat 30%. Bahkan, perseroan juga menargetkan kontribusi pendapatan hingga lima tahun mendatang sebesar 15%,”Pertumbuhan itu didorong oleh pembangunan tujuh pabrik Pan Brothers. Dalam pembangunan pabrik tersebut, perseroan menyiapkan dana sebesar US$ 60 juta,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, empat pabrik komersial direncanakan beroperasi pada pertengahan tahun ini. Sementara itu, dua pabrik baru komersial direncanakan dapat beroperasi di pertengahan 2015 serta satu pabrik baru komersial yang sudah bisa beroperasi di pertengahan 2016.

Kata Iswar, tujuan pembangunan tujuh pabrik untuk penambahan kapasitas produksi. “Saat ini kami menghasilkan 42 juta potong pakaian pertahun, dengan menambahkan tujuh pabrik maka kita bisa memperoleh 30 juta potong pakaian lagi,”ujarnya.

Dia menjelaskan, pembangunan pabrik memang beroperasi secara bertahap, sehingga peningkatan pendapatan baru bisa dirasakan perseroan setelah tujuh pabrik tersebut secara keseluruhan dapat beroperasi. Sebagai informasi, tahun ini, penjualan bersih perseroan per 31 Desember 2013 sebesar US$ 339,7 juta. Angka tersebut meningkat 18,52% dari penjualan bersih tahun sebelumnya dari US$ 286,6 juta.

Direktur Utama PBRX Ludijanto Setijo mengatakan, penjualan bersih pada 2013 lalu paling besar dikontribusikan oleh penjualan ekspor sebesar US$ 323,2 juta. Peningkatan penjualan ekspor tersebut naik 13,3% dari penjualan ekspor di 2012 dari US$ 285,1 juta,”Sementara penjualan lokal mencapai US$ 16,4 juta dari US$ 1,5 juta pada penjualan tahun 2012,” kata Ludijanto.

Saat ini, kontribusi penjualan bersih Pan Brother masih didominasi oleh bisnis garmen yang mengeskpor ke negara Amerika Serikat, Eropan, Asia, dan negara lainnya. Pada penjualan ekspor, garmen masih menjadi pemimpin pasar yakni sekitar US$ 315,8 juta. Sementara penjualan ekspor tekstil berkontribusi sebesar US$ 9,1 juta dan penjualan lokal tekstil menyumbang US$ 14,6 juta.

Ludijanto mengungkap, laba bersih perseroan mengalami peningkatan 50,7% dari US$ 6,9 juta pada 2012 menjadi US$ 10,48 juta di 2013. Laba kotor perseroan juga naik dari US$ 31,7 juta menjadi US$ 41,8 juta. Sedangkan aset perseroan tercatat sebesar US$ 169,6 juta atau naik 14,9% dari aset per 31 Desember 2012 sebesar US$ 147,5 juta.

Di samping itu, PT Apparelindo Prima Sentosa dan PT Apparelindo Mitra Andalan, anak usaha selaku pengelola bisnis ritel, meresmikan dua brand baru asal Thailand untuk memasuki pasar Indonesia. Kedua brand ini menyusul brand Zoe yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu sebagai bagian dari ekspansi bisnis ritel Pan Brothers. (bani)