Berkah Sinergis, Pendapatan Telkom Tumbuh 7,55%

Siap Adu Cepat di 2014

Jumat, 07/03/2014

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2013, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) meraih pendapatan sebesar Rp82,97 triliun atau tumbuh 7,55% dari pendapatan 2012 yang mencapai Rp77,14 triliun. Kinerja perseroan yang positif ini mampu mendorong laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ikut tumbuh menjadi Rp14,21 triliun di 2013, dibanding tahun 2012 sebesar Rp12,85 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (6/3). Disebutkan, kendati beberapa pos beban perseroan mengalami peningkatan, namun perseroan mampu mencatat laba usaha sebesar Rp27,85 triliun atau meningkat dibanding tahun 2012 sebesar Rp25,70 triliun. Begitu juga dengan laba sebelum pajak yang tercatat naik di 2013 menjadi Rp27,15 triliun dari Rp24,23 triliun di 2012, dan laba bersih per saham naik menjadi Rp147,42 di 2013 dari Rp133,84 di 2012.

Selain itu, jumlah liabilitas perseroan di tahun 2013 lalu tercatat mencapai Rp50,53 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp44,39 triliun, dan total aset tumbuh menjadi Rp127,95 triliun di 2013 dari sebelumnya Rp111,37 triliun di 2012. Sedangkan kas dan setara kas perseroan di akhir tahun 2013 tercatat sebesar Rp14,7 triliun.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan optimistis mampu meningkatkan kinerja keuangan di tengah kondisi perlambatan makro ekonomi dengan menjalankan strategi usaha yang tepat bersama dengan seluruh anak usaha,”Kami berhasil mengalami pertumbuhan yang positif selama 2013 dan memimpin industri. Pencapaian angka-angkanya sedang dihitung masih dalam perkiraan," kata VP Public Relations Telkom Arif Prabowo.

Menurut Arif, strategi yang disiapkan untuk terus tumbuh selama 2014 adalah menjalankan tiga fokus utama yakni menjaga pertumbuhan layanan seluler Telkomsel yang merupakan anak perusahaan Telkom, mengembangkan Indonesia Digital Network (IDN), dan Internasional Expansion.

Dirinya pernah bilang, pihaknya akan menjaga pertumbuhan bisnis Telkomsel. Pasalnya, sekitar 70% pendapatan dan profit perseroan di kontribusikan dari sana dank arena itu, hal ini menjadi fokus utama. Hal itu terlihat dari belanja modal Telkom tahun ini yang dianggarkan sebesar US$ 2 miliar dan sekitar 50—60% diantaranya dialokasikan untuk Telkomsel.

Kata Arif, salah satu strategi menjaga Telkomsel tetap kompetitif adalah meningkatkan peranan layanan data yang masih berkisar 15-20% saat ini menjadi lebih dari 50% pada 2018,”Dengan jargon solid, speed, dan smart direksi Telkomsel siap menjalankan tugas-tugasnya untuk menuju pencapaian yang lebih besar lagi," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama Telkomsel Alex J Sinaga, perseroan dalam kondisi prima menghadapi tantangan 2014 di tengah masih belum menentunya kondisi makro ekonomi,”Depresiasi rupiah yang terus berlanjut tantangan bagi semua operator. Pasalnya, pendapatan dalam rupiah, sementara belanja modal itu pakai dolar AS. Untung kami memiliki fundamental keuangan dan organisasi yang solid," tegas Alex. (bani)