Penjualan Merck Tembus Rp 1,19 Triliun

NERACA

Jakarta – Perusahaan farmasi, PT Merck Tbk (MERK) membukukan laba bersih pada 2013 sebesar Rp175,44 miliar atau naik 62,73% dari tahun sebelumnya Rp107,81 miliar. Selain itu, perseroan juga membukukan penjualan sebesar Rp1,19 triliun atau tumbuh 28,3% dari akhir 2012. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, beban pokok penjualan naik 28,3% jadi Rp648,4 miliar pada akhir 2013 dan laba bruto tumbuh 28,52% menjadi Rp545,47 miliar. Tercatat, pendapatan perseroan berasal dari divisi obat Merck, yaitu Merck Serono. Pendapatan dari divisi ini adalah sebesar Rp549,68 miliar atau tumbuh 35,8%.

Divisi kimia menyumbang penjualan sebesar Rp457,62 miliar atau tumbuh 27,5%. Sisanya berasal dari penjualan divisi kesehatan konsumen. Tercatat hingga akhir 2013, aset Merck tumbuh 22,3% menjadi Rp696,94 miliar yang terdiri dari Rp588,23 miliar aset lancar dan sisanya tidak lancar.

Asal tahu saja, untuk meningkatkan penjualan obat, perseroan terus menggandeng mitra bisnis dan hal inilah yang dilakukan perseroan tahun lalu yang menggandeng mitra bisnis untuk menitipkan produksi (toll manufacturing) obat-obatan.

Manager Corporate Communications Merck, Niken Suryo Sofyan pernah bilang, kerja sama dengan pihak ke tiga ini untuk mengantisipasi keterbatasan stok produk obat di pasar lokal. "Permintaan obat di pasar global dan lokal meningkat, sehingga impor bahan kimia tak dapat mencukupi produksi obat di lokal," ujarnya.

Upaya lain yang akan dilakukan perusahaan farmasi asal Jerman ini adalah dengan meluncurkan beberapa produk baru dari masing-masing divisi. Merck memiliki divisi obat resep yakni Merck Serono serta obat tanpa resep yaitu bagian consumer health. Selain memasarkan produk di pasar domestik, Merck juga akan memperkuat pasar ekspor di kawasan Asia Pasifik. Pasalnya, pasar ekspor juga turut mendongkrak penjualan Merck.

Menurut Elie Asally, Plant Director Merck, pasar ekspor memberikan kontribusi sekitar 30% dari total penjualan Merck. Beberapa produk yang dijual ke pasar ekspor antara lain produk-produk dari divisi consumer health. Adapun pasar yang menjadi tujuannya di antaranya Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Hong Kong. (bani)

BERITA TERKAIT

Kelola Reksadana Bakal Tembus Rp 500 Triliun

NERACA Jakarta – Selalu masih ada keyakinan pasar saham akan kembali pulih dan juga pasar obligasi menjadi alasan bagi sebagian…

Sido Muncul Menaruh Asa Penjualan Tumbuh 10% - Perluas Pasar dan Produk Baru

NERACA Surabaya – Masih terjaganya daya beli masyarakat menjadi keyakinan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) bila…

Kemensos Pede Kenaikan PKH Rp32 Triliun Disetujui DPR

    NERACA Jakarta – Kementerian Sosial optimistis kenaikan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) hingga dua kali lipat mencapai Rp32…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…