Kayu Olahan Solusi Produksi Furniture 2014

Sabtu, 08/03/2014

Beberapa puluh tahun silam mungkin untuk membuat furniture tak semudah saat ini. Karena biasanya, untuk membuat furniture, menggunakan kayu utuh tanpa sambungan. Akibatnya, kualitas furniture pun jadi yang terbaik. Tetapi, saat sekarang ini, dimana persediaan kayu semakin terbatas, kayu olahan pun menjadi solusi membuat furniture.

Ya, sekarang ini limbah kayu banyak dimanfaatkan dan diolah menjadi kayu lapis, MDF, HDF, particle board yang setelah diolah dibuat menjadi satu unit furniture. Meski urusan harga dapat teratasi, tetap saja kualitas kayu olahan tak sebanding dengan kualitas kayu asli dari pohon.

Kualitas bahan yang akan digunakan untuk bahan furniture tentu akan berpengaruh pada tinggat ketahanan dan keindahan furniture. Maka alangkah baiknya sebelum menentukan untuk membeli furniture pertimbangkan terlebih dahulu akan kebutuhan furniture, serta bahan dasar (kayu) pembuat furniture.

Jika ingin membeli furniture tanpa kantong jebol, pilih saja furniture yang berbahan dasar kayu-kayu olahan. Memang, kayu kualitas kayu olahan tak sepadan dengan kualitas kayu asli, tetapi jika dirawat dengan baik, usianya kadang bisa menyamai kayu asli. Lantas apa saja kayu olahan itu, berikut ulasan singkatnya.

Pertama kayu lapis, kayu yang juga dikenal dengan sebutan polywood atau tripleks ini merupakan kayu olahan dari beberapa lembaran kayu yang direkatkan dengan tekanan tinggi. Ketebalan kayu lapis ini tentu saja sangat mempengaruhi kekuatan kayu.

Intinya, semakin tebal kayu lapis maka semakin kuat kayu tersebut. Untuk ketabalan kayunya, biasanya yang ada di pasaran adalah kayu dengan ketebalan 3 mm, 4 mm, 9 mm dan 18 mm dan luasan 244 x 122 cm.

Kedua, blockboard, kayu ini merupakan potongan kayu kotak kecil-kecil yang kemudian dipadatkan menggunakan mesin dan diberi pelapis venner di kedua sisinya sehingga menjadi sebuah lembaran menyerupai papan.

Ketebalannya sendiri bisa mencapai 12 mm, 15 mm hingga 18 mm dan luasannya sama dengan multipleks. Blockboard biasanya dibuat dari jenis kayu yang lunak sehingga tidak sekuat plywood. Biasanya para pengrajin furniture menggunakan kayu ini untuk membuat rak, cabinet ataupun kitchen set.

Yang ketiga kayu Medium Density Fibreboard (MDF), kayu ini terbuat dari serbuk kayu halus dan bahan kimia berupa resin yang dipadatkan. Kayu yang bahan dasarnya diambil dari kayu sisa perkebunan boleh dibilang merupakan kayu olahan yang ramah lingkungan. Sama seperti kedua kayu sebelumnya, bentuk kayu ini berupa papan ataupun lembaran.

Di deretan terakhir kayu olahan adalah Particel Board. Dari namanya saja mungkin sudah menggambarkan bagaimana kayu ini dibuat. Ya, particle board biasanya terbuat dari partikel sisa pekerjaan kayu seperti serbuk gergaji, potongan kayu, serpihan kayu yang kemudian direkatkan menggunakan bahan kimia.

Proses pembuatannya serupa dengan kayu fiber lainnya. Hanya saja bahan particle board lebih kasar dan tidak beraturan. kalau menggunakan kayu jenis ini, baiknya Anda jauhkan dari jangkauan air, karena kayu ini akan mudah lapuk jika terkena air.