Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Plastik - WWF-Earth Hour Indonesia

NERACA

Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari mengingatkan kita pada bencana banjir yang dialami di banyak kota belum lama ini. Walau disebabkan oleh cuaca ekstrem dan badai, sedikit banyak banjir juga merupakan dampak pengelolaan sampah yang buruk. Oleh karenanya, Hari Peduli Sampah Nasional adalah momentum tepat untuk mengajak masyarakat untuk memulai gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Bersamaan dengan momen tersebut, WWF-Indonesia bersama Komunitas Earth Hour melakukan kegiatan Kampanye Earth Hour Indonesia dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah, melalui pencanangan aksi yang diberi nama KolaborAKSI SERENTAK: “Ini Aksiku! Mana Aksimu?”. Pencanangan aksi ini dilakukan di area Car Free Day Jakarta, dan berlangsung serentak di 23 kota pendukung Kampanye Earth Hour Indonesia.

Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF-Indonesia, Nyoman Iswarayoga menuturkan, plastik tanpa kita sadari sudah menjadi bagian rutin dari keseharian kita, namun masyarakat masih tak sadar akan dampak dari penggunaan plastik yang berlebihan.

“Selain sulit terurai secara alami, plastik juga memiliki potensi dampak terhadap kesehatan manusia bila dibakar secara bebas, maupun terhadap satwa-satwa liar. Mari mulai dari diri kita sendiri, kurangi penggunaan plastik dari sekarang," ujar dia

KolaborAKSI SERENTAK: “Ini Aksiku! Mana Aksimu?”, sambung dia, membawa misi utama mengajak masyarakat setempat melakukan perubahan yang mudah dan murah, dengan mengurangi sampah plastik yang kita hasilkan setiap hari. Aksi yang dinamai #PlastikTakAsik ini diikuti oleh 23 kota pendukung kampanye Earth Hour Indonesia, yaitu: Jakarta, Tangerang, Bandung, Bekasi, Bogor, Solo, Semarang, Yogyakarta, Kota Batu, Malang, Sidoarjo, Kediri, Denpasar, Banda Aceh, Padang, Palembang, Pekan Baru, Balikpapan, Samarinda, Pontianak, Banjarmasin, Palangkaraya, dan Makassar.

Di Jakarta sendiri aksi #PlastikTakAsik dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Car Free Day yang berlangsung 21 Februari 2014 lalu, dilakukan di area Semanggi, Sudirman, dan Bundaran HI, melalui tiga macam kegiatan, yaitu aksi pengumpulan sampah untuk mengetahui besaran potensi sampah plastik selama Car Free Day. Aksi Upcycle, yaitu pembuatan tas belanja dari kaos bekas di depan Menara BCA. Aksi pengumpulan tas belanja bukan plastik yang tak terpakai untuk mendukung kampanye tas pakai ulang di depan Menara BCA.

Aksi #PlastikTakAsik didukung oleh lebih dari 100 orang relawan individu dan komunitas, seperti Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, Line Magic, Si Dalang, Jumper Parkour Freerun, Couch Surfing, Bike to Work, 1001 buku, Peta Hijau Jakarta, Yoyo, Uttara ID, Federal Jakarta, Kampus London School of Public Relations, Kampus Universitas Bakrie, dan Pramuka.

Masih dalam rangkaian Kampanye Earth Hour Indonesia tahun ini, kolaborAKSI SERENTAK: “Ini Aksiku! Mana Aksimu?” masih akan berlangsung dua kali lagi, yaitu pada 9 Maret dengan tema “Hemat Kertas dan Tisu” serta pada 23 Maret 2014 dengan tema “Air dan Energi”.

Puncak Kampanye Earth Hour Indonesia akan dilakukan melalui aksi global mematikan lampu pada 29 Maret mendatang, mulai pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat di seluruh negara peserta Earth Hour.

BERITA TERKAIT

Jamur Ajaib Ini Dapat Membantu Kurangi Gejala Depresi

Senyawa psikoaktif yang terjadi secara alami dalam "jamur ajaib" dapat membantu mengurangi gejala depresi dan juga mengatur ulang atau "me-reset"…

Honda Kuasai 53 Persen Pasar Hatchback di Indonesia

Honda menguasai pasar hatchback di Indonesia sebesar 53 persen melalui penjualan mobil Honda Jazz dan Honda Civic Hatchback. Honda Jazz…

Jakarta Garden City Raih Penghargaan PropertyGuru Indonesia Property Awards 2017

Jakarta Garden City Raih Penghargaan PropertyGuru Indonesia Property Awards 2017  NERACA Jakarta - Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City…

BERITA LAINNYA DI CSR

Jangkau Luas Rumah Layak Huni - Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu - Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Menaklukan Soal Matematika - Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…