Belanja Modal RNI Capai Rp 3,5 Triliun

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perdagangan, agro industri, farmasi dan alat kesehatan ini telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp3,5 triliun.

Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia, Ismed Hasan Putro mengatakan, dari alokasi dana tersebut, sekitar 30% berasal dari kas internal perusahaan. Sedangkan sisanya masih bersumber dari sindikasi perbankan,”Kami selalu bersandar pada kekuatan perbankan yang tentu saja sinergi antar BUMN, apakah itu dari PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Negara Indonesia dan PT Bank Mandiri untuk membantu unit bisnis kita. Paling tidak perseroan akan mengalokasikan sekitar Rp3,5 triliun untuk investasi sejumlah unit bisnis dan 30 persen dari dana internal,” kata Ismed di Jakarta, kemarin.

Tidak hanya itu, tahun ini menurut Ismed, perseroan juga berencana melakukan penerbitan surat utang atau obligasi sekitar Rp1,2 triliun. Aksi korporasi tersebut direncanakan dapat terealisasi pada semester kedua tahun ini. Nantinya, dana belanja modal terbesar untuk pengembangan kebun kelapa sawit seluas 20.000 hektare (ha), termasuk pembangunan pabrik kelapa sawit di Muba II. Dananya sekitar Rp1,8 triliun.

Selain itu, menurut dia, sisa dananya akan digunakan RNI untuk pengembangan 14 anak usaha termasuk salah satunya lini usaha ritel yang membangun Warung Rajawali dan Rajawali Mart. Perseroan berencana menambah 500 hingga 1.000 outlet di 10 kota di Indonesia, dari total yang ada saat ini 108 outlet di enam kota,”Targetnya tahun ini RNI juga akan membangun dua hotel yaitu untuk kelas budget dan hotel berbintang tiga di wilayah tengah kota Surabaya seluas 4 ha dan daerah yang sedang tumbuh Cirebon seluas 3,5 ha. Tahun ini masih lini usaha bisnis, jika berkembang tahun depan akan dibuat unit usaha sendiri. Tahap awal kami perkirakan membutuhkan dana sekitar Rp150 miliar,”katanya. (bani)

Related posts